Pengangguran tinggi dan prasarana buruk

Terbaru  15 Maret 2012 - 22:24 WIB
Para pemuda Timor Leste dalam kampanye

Para pemuda Timor Leste banyak yang menganggur, kara para pengamat.

Tingginya angka pengangguran dan buruknya prasarana merupakan tantangan terbesar yang dihadapi Timor Leste setelah 10 tahun merdeka.

"Lapangan kerja kurang sekali, investasi dari pihak swasta kurang karena berbagai masalah, termasuk masalah pertanahan. Masih banyak sengketa tanah," kata Mario Viegas Carascalao, anggota parlemen Timor Leste.

"Boleh dikatakan investor belum merasa ada jaminan terhadap investasi karena itulah lapangan kerja sangat kurang," tambahnya.

Jose Guterres, pengamat politik di Dili, juga berkomentar senada dan menyatakan hal inilah yang perlu menjadi prioritas presiden terpilih.

Timor Leste akan menyelenggarakan pemilihan presiden pada Sabtu, 17 Maret mendatang.

"Masalah serius adalah tingkat pengangguran. Ini yang perlu ditangani, dan instrastruktur juga perlu disiapkan untuk mendatangkan investor," kata Jose kepada BBC Indonesia.

"Karena itu pemilihan presiden kali ini penting karena menyangkut masa depan Timor Leste dalam lima tahun ke depan," tambahnya.

Lebih maju saat 'orde baru'

Data Timor Leste

  • Nama resmi: Republik Demokratik Timor Leste
  • Penduduk: 1,2 juta (PBB, 2010)
  • Ibukota: Dili
  • Luas: 14.609 k2m
  • Bahasa utama: Tetum dan Portugis (resmi), Indonesia dan Inggris (bahasa lain)
  • Agama mayoritas: Kristen
  • Angka harapan hidup: 62 tahun (pria), 64 tahun (wanita)
  • Ekspor utama: Kopi, marmer, potensi minyak untuk ekspor

Timor Leste meraih kemerdekaan bulan Mei 2002, tiga tahun setelah terlepas dari pendudukan Indonesia selama 25 tahun.

"Uangnya (untuk pembangunan) tidak begitu banyak saat itu, masalah keamanan tidak begitu terjamin, tetapi pembangunan lebih lancar dari sekarang," kata Mario.

Ia mengatakan pembangunan tidak lancar karena masalah korupsi dan juga pejabat pemerintah masih belum memiliki komitmen tinggi terhadap rakyat.

"Masalah korupsi juga muncul, tetapi tidak ada tindakan terhadap para koruptor. Hukum belum cukup diterapkan. Waktu masa Indonesia, orang yang jahat masuk penjara," kata Mario yang menjadi gubernur Timor Timur pada tahun 1982-1992.

Mario juga mengatakan prasarana perhubungan darat juga menjadi kendala besar dalam pembangunan di Timor Leste.

"Jalan-jalan jelek semua, dan akibatnya komunikasi antar distrik sulit sekali. Apalagi sekarang musim hujan," kata Mario.

"Para calon presiden yang berkampanye dan harus pergi dari satu tempat ke tempat lain mengalami kesulitan besar."

Transisi keamanan

"Pemilihan ini sangat penting karena inilah transisi keamanan"

Aderito Hugo da Costa

Kampanye pemilihan presiden yang akan diselenggarakan Sabtu 17 Maret secara resmi berakhir Kamis (15/03).

Rakyat Timor Leste dapat memilih 12 calon yang ada, namun empat calon terkuat menurut sejumlah pengamat adalah presiden saat ini Jose Ramos Horta, presiden partai Fretilin Francisco "Lu Olo" Guterres, mantan komandan gerilyawan dan panglima angkatan bersenjata Taur Matan Ruak dan presiden parlemen saat ini, Fernando de Araujo yang biasa dipanggil Lasama.

Timor Leste akan menyelenggarakan dua kali pemilihan tahun ini, bulan Maret untuk pemilihan presiden dan bulan Juni untuk anggota parlemen.

"Pemilihan ini sangat penting karena inilah transisi keamanan," kata Aderito Hugo da Costa, anggota parlemen dari Partai Kongres Pembangunan Kembali Timor Leste (CNRT) yang dipimpin Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Pada akhir tahun ini, pasukan PBB yang ditempatkan di Timor Leste sejak referendum kemerdekaan dari Indonesia tahun 1999 akan ditarik.

Pemilihan umum tahun 2006 berakhir rusuh dan menewaskan 37 orang. Pemilihan presiden tahun 2007 juga diwarnai kekerasan.

Namun Mario Carascalao mengatakan yakin kekerasan tidak akan terjadi lagi dalam pemilihan kali ini.

"Saya kira pertentangan tidak akan terjadi lagi. Partai-partai yang bersikap radikal sudah moderat, dan saya kira partai-partai itu sudah memikirkan masa depan Timor Leste," kata Mario.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.