Pemilu Taiwan yang diamati Cina dan Amerika Serikat

Terbaru  11 Januari 2012 - 22:29 WIB
Kampanye pemilihan Presiden Taiwan

Isu utama dalam pemilihan presiden Taiwan masih di seputar hubungan dengan Cina.

Sekitar 18 juta pemilih di Taiwan akan memberikan suara dalam pemilihan presiden dan parlemen pada Sabtu 14 Januari.

Hasilnya tidak hanya akan menentukan politik dalam negeri Taiwan, juga akan berpengaruh terhadap hubungan dengan Cina dan Amerika Serikat -dua kekuatan yang berpengaruh di Asia Pasifik.

Dengan populasi 23 juta jiwa, Taiwan jelas amat kecil dibandingkan dengan Cina, yang hingga saat ini masih menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang memberontak.

Secara prinsip, pemerintah Beijing tetap berupaya untuk menggabungkan kembali Taiwan ke Republik Rakyat Cina, namun Amerika Serikat tidak sependapat dan mendukung penuh kemerdekaan Taiwan.

Hubungan Taiwan dengan Cina selalu menjadi isu yang hangat dalam setiap pemiihan umum di Taiwan, termasuk pemilihan kali ini, seperti dilaporkan Editor BBC Seksi Cina, Raymond Lee.

Hubungan dengan Cina

Calon presiden perempuan pertama, Dr Tsai Ing-wen, dari Partai Progresif Demokratik, DPP, mengaku dia membuka diri untuk melakukan kunjungan ke Cina.

"Saya kira jika mereka memang berada dalam posisi menyampaikan undangan, saya amat terbuka apabila disampaikan tanpa kondisi yang tidak bisa diterima di dalamnya," tuturnya dalam wawancara dengan BBC Seksi Cina.

"Saya kira jika mereka memang berada dalam posisi menyampaikan undangan, saya amat terbuka apabila disampaikan tanpa kondisi yang tidak bisa diterima di dalamnya."

Dr Tsai Ing-wen

Hal itu merupakan lompatan besar bagi partai yang mendukung kemerdekaan Taiwan.

Akan tetapi untuk berhasil menjadi presiden perempuan pertama di Taiwan, Dr Tsai harus mengalahkan Presiden Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang, yang ingin meraih masa jabatan kedua.

Sementara bagi Presiden Ma, salah satu keberhasilannya sejak terpilih pada tahun 2008 adalah meredakan ketegangan antara Taiwan dan Cina.

Memang tidak ada jaminan jika Dr Tsai yang berkuasa maka otomatis hubungan dengan Cina akan memburuk walau jelas DPP tidak akan begitu saja mengabaikan kebijakan politiknya demi hubungan baik dengan Beijing.

AS mengamati

Sama seperti Cina, Amerika Serikat juga akan mengamati dengan seksama pemilihan umum Taiwan.

Bendera Taiwan

Taiwan mendapat dukungan politik, ekonomi, dan pertahanan dari Amerika Serikat.

Sebagai sekutu utama Taiwan, Washington terikat oleh Undang-Undang Hubungan dengan Taiwan untuk mendukung pertahanan negara pulau tersebut.

Pada Januari 2010, Amerika Serikat menjual persenjataan militer senilai US$6,7 juta kepada Taiwan, yang menimbulkan kemarahan di Beijing.

Ketergantungan pada Amerika Serikat menjadi salah satu isu yang diangkat oleh calon presiden James Soong dari Partai Rakyat Utama.

"Amerika Serikat merupakan teman dekat Taiwan jadi sangat penting bagi kita untuk menjaga hubungan yang baik dan konstruktif dengan Amerika Serikat," tuturnya dalam wawancara dengan BBC Seksi Cina.

"Bagaimanapun kita harus memahami bahwa waktu dan lingkungan sudah berubah. Amerika Serikat memiliki kepentingan sendiri dan mereka tidak akan mengorbankan diri dengan melakukan konfrontasi terhadap Cina untuk Taiwan."

Tahun lalu, dalam lawatan ke beberapa negara di Asia, Presiden Barack Obama menyatakan komitmennya atas keamanan Asia Pasifik sebagai respon terhadap semakin berkembangnya pengaruh Cina di kawasan.

Beijing jelas tidak senang dengan komitmen tersebut dan dalam konteks keseimbangan kekuatan di Asia Pasifik, pemilihan umum Taiwan kali ini terasa lebih penting lagi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.