
Banyak kaum muda yang kecewa dengan lambannya reformasi.
Aksi unjuk rasa di Mesir yang mencapai momentumnya Sabtu 19 November diwarnai bentrokan dan hingga Senin (21/12) Kementrian Kesehatan Mesir menyebutkan sedikitnya 33 orang tewas.
Wartawan BBC di Kairo, Yolande Knell, menurunkan penjelasan singkat di balik aksi unjuk rasa terbaru ini.
Kenapa unjuk rasa lagi?
Para pengunjuk rasa marah atas lambannya reformasi dan menuntut diakhirinya kekuasaan militer. Walau sebagian besar warga Mesir bisa menerima pengalihan kekuasaan kepada militer setelah jatuhnya Presiden Husni Mubarak, setelah beberapa bulan kekecewaan semakin meningkat.
Banyak pegiat yang berpendapat Dewan Agung Militer gagal merubuhkan sisa-sisa rezim Mubarak maupun menangani masalah perekonomian dan lebih sibuk dengan upaya mengkonsolidasikan kekuasaan mereka.
Dan sepertinya ada tanda-tanda bahwa militer memang menyiapkan kekuasaan mereka setelah pemilihan parlemen, yang rencananya akan digelar pada 28 November. Sebuah komite untuk menyusun konstitusi baru sudah dibentuk dan Dewan Agung Militer berupaya untuk mendapatkan veto atas komite tersebut. Salah satu yang disarankan komite adalah anggaran pertahanan tidak usah harus diungkapkan kepada umum.
Siapa pengunjuk rasa kali ini?

Pengunjuk rasa mulai menuntut mundurnya Dewan Agung Militer.
Kekecewaan amat tinggi di kalangan kaum muda yang dulu ikut dalam aksi unjuk rasa saat menggulingkan Presiden Mubarak. Mereka merasa disingkirkan dan diasingkan. Sementara itu kelompok politik aliran liberal mengecam militer yang membawa 12.000 warga sipil ke pengadilan militer. Mereka juga menuduh militer melakukan penyiksaan atas tahanan.
Sedangkan kelompok Islamis -termasuk Ikhwanul Muslimin yang diperkirakan akan meraih kemenangan dalam pemilihan parlemen- juga memiliki keprihatinan atas militer yang dianggap lamban.
Apa tuntuan pengunjuk rasa?
Dewan Agung Militer sudah mengungkapkan kerangka waktu pengalihan kekuasaan secara total pada akhir 2012 atau awal 2013, setelah konstitusi baru disahkan dan pemilihan presiden berlangsung.
Awalnya para pengunjuk rasa menuntut kepastian tentang waktu pengalihan kekuasaan. Namun belakangan muncul tuntutan agar Jenderal Mohamed Tantawi dan seluruh anggota Dewan Militer Agung segera mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil sementara.
Mereka juga menuntut pemilihan presiden paling lambat pada tahun 2012 dan melakukan penyelidikan yang menyeluruh atas kekerasan belakangan ini.
Para pengunjuk rasa menegaskan akan tetap berada di Lapangan Tahrir, yang menjadi simbol dari revolusi Mesir sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Masih belum terlihat jalan keluar dari kebuntuan politik saat ini.
Militer memberi izin aksi unjuk rasa massal digelar di Lapangan Tahrir namun menegaskan akan mencegah unjuk rasa yang berlangsung dalam jangka waktu panjang yang menutup pusat ibukota.
Apakah pemilihan umum bisa digelar?
Pemilihan parlemen pertama setelah jatuhnya Presiden Mubarak akan dimulai tanggal 28 November dan berlangsung selama beberapa bulan.
Sebelum unjuk rasa terbaru ini, sudah muncul keprihatinan tentang keamanan sepanjang pemungutan suara yang panjang dan rumit. Maraknya unjuk rasa belakangan ini semakin meningkatkan keraguan tersebut.
Dewan Agung Militer menegaskan akan tetap melaksanakan pemilu sesuai rencana dan sudah meminta partai-partai politik agar membersihkan Lapangan Tahrir dan ikut menjaga situasinya.
Apakah ada jalan keluar?
Amat sulit memperkirakan pemecahan dari kebuntuan saat ini. Dewan Agung Militer sudah menggelar beberapa rapat darurat untuk membahas langkah selanjutnya. Sejauh ini mereka menyadari bahwa tindakan keras aparat keamanan justru akan meningkatkan kemarahan.
Pemerintahan sementara juga sudah mengajukan pengunduran diri yang menjadi pertanda semakin sulitnya posisi Dewan Agung Militer.
Sementara ujian utama bagi pengunjuk rasa adalah apakah mereka bisa mengumpulkan pengunjuk rasa dalam jumlah besar seperti saat menggulingkan Presiden Mubarak, yang mencapai ratusan ribu. Jika ya, maka jelas tekanan semakin kuat lagi pada militer.










