BBC navigation

Mencegah kecanduan rokok sejak dini

Terbaru  1 Juli 2011 - 23:23 WIB
rokok

Sekitar 30% perokok di Indonesia pertama kali merokok pada usia 10 tahun.

Menteri Kesehatan, Endang R. Sedyaningsih, pernah mengemukakan bahwa sekitar 43 juta anak dan remaja Indonesia tercemar asap rokok yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan paru, bronkitis, infeksi saluran pernapasan, dan asma.

Berdasar data Departemen Kesehatan yang paling baru, dari tahun 2006 tercatat enam dari 10 atau sekitar 64% menjadi perokok pasif karena ada anggota keluarga yang merokok.

Adapun lebih dari sepertiga dari yang tercemar asap rokok itu, sebanyak 37% memang perokok.

Dari jumlah perokok itu ditemukan bahwa 30% diantaranya, atau tiga dari 10 remaja, pertama kali merokok pada umur 10 tahun.

Dan kecenderungan remaja yang merokok tampaknya semakin tahun semakin meningkat.

Dorongan iklan

Komite Nasional Penanggulangan Tembakau berpendapat bahwa peningkatan kecenderungan perokok remaja itu antara lain disebabkan oleh iklan rokok.

''Di Indonesia ini iklan rokok itu bisa dengan sangat bebas dan hampir tanpa batasan diiklankan,'' kata Mia Hanafiah, Ketua Harian Komite Nasional Pengendalian Tembakau.

iklan rokok

Iklan rokok dituduh menutupi kenyataan bahaya merokok

''Begitu canggih mengiklankannya sehingga amat menarik bagi anak muda dan memberikan gambaran bahwa merokok itu hal yang sangat biasa, tidak mengandung risiko sama sekali.''

Iklan rokok harus diakui menerobos hampir di semua bisnis hiburan dari televisi dan radio hingga ke berbagai kegiatan remaja hingga ke olahraga.

Bahkan ketika telah banyak artikel kesehatan yang membahas hubungan sebab akibat antara rokok dengan berbagai penyakit kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan kehamilan, iklan rokok masih banyak ditemukan.

Apa boleh buat asap tembakau memang mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia beracun dan 43 bahan penyebab kanker.

Namun kalaupun kemudian ada generasi perokok baru, kesalahan itu -menurut Ketua Harian Komisi Tinju Profesional Indonesia Dr. Tommy Halauwet- bukan pada iklan maupun pabrik rokoknya.

"Di Indonesia ini iklan rokok itu bisa dengan sangat bebas dan hampir tanpa batasan diiklankan."

Mia Hanafiah

''Sebagai dokter saya bisa mengatakan betul akibat rokok bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan. Gangguan pada pertumbuhan anak-anak remaja. Tapi sekarang kembali pada kita, adakah data-data kenapa anak remaja jadi perokok? Pasti sekitarnya dia. Apakah orang tuanya, abangnya. Jadi kita tidak bisa salahkan perusahaan rokok tersebut.''

Penegakan hukum

Indonesia sebenarnya telah mempunyai banyak peraturan untuk setidaknya mencegah anak-anak mencoba rokok. Misalnya larangan membeli rokok untuk anak-anak, peringatan kesehatan pada bungkus rokok, aturan iklan untuk tidak terlalu agresif maupun jam tayangnya.

Tetapi menurut Ketua LSM Sahabat Perempuan dan anak Indonesia, Magdalena Sitorus, hampir semua aturan yang ada dilanggar, tidak ada penegakan hukum, dan yang lebih parah lagi, aturan itu kadang tidak dikenal sama sekali.

Menurutnya harus ada perubahan paradigma bahwa yang diperlukan adalah sikap perlindungan kepada anak oleh siapa saja yang berkepentingan terhadap masa depan remaja Indonesia.

Puntung rokok

Peraturan mencegah anak-anak merokok di Indonesia sering dilanggar.

''Penyelenggara perlindungan anak itu mulai orang tua, masyarakat hingga pemerintah bahkan negara. Misalnya anak di bawah usia 18 tahun mau membeli rokok, si penjual rokok sebagai anggota perlindungan anak semestinya tidak menjual itu,'' kata Magdalena Sitorus.

Industri rokok

Sudaryanto, ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia, bisa memahami keterlibatan negara dalam persoalan mengendalikan kecanduan rokok di kalangan remaja ini.

Hanya saja ia meminta pemerintah untuk selalu juga memperhitungkan kepentingan industri rokok dalam menjalankan peraturan yang ada.

''Masalah anak-anak kan ada peraturan perlindungan anak-anak. Itukan urusannya pemerintah. Tapi kita mengapresiasi bahwa juga harus ada keadilan dan keseimbangan bagi produk-produk industri rokok,'' kata Sudaryanto.

Ia tidak merinci keadilan maupun keseimbangan yang dimaksud tapi menambahkan bahwa rokok adalah produk industri resmi yang tidak dilarang oleh pemerintah dan boleh dijual secara bebas.

Namun Sudaryanto menegaskan bahwa hingga saat ini rokok merupakan produk yang legal di Indonesia dan berhak mendapat perlindungan secara hukum.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.