BBC navigation

Keyakinan WEF atas ekonomi Asia Timur

Terbaru  13 Juni 2011 - 15:41 WIB
Pelabuhan kontainer di Shanghai, Cina

Pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur didukung oleh Cina dan India.

Sebagian pengusaha dan wakil pemerintahan yakin jika Forum Ekonomi Dunia, WEF, Asia Timur di Jakarta akan membawa pertumbuhan ekonomi kawasan ke arah yang makin maju.

Keyakinan ini muncul di tengah berlangsungnya WEF Asia Timur hari kedua, Senin 13 Juni, yang membahas berbagai isu mulai dari lapangan kerja, penggundulan hutan, pasokan pangan hingga upaya menjual nama negara untuk menang dalam persaingan global.

Pertumbuhan pasar Asia Timur dan Asia pada umumnya, didukung oleh perekonomian Cina dan India, dua negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi dalam forum negara G-20.

Meskipun ekonomi tetap tumbuh, Asia Timur masih diwarnai berbagai masalah, antara lain ketidamerataan pendapatan, infrastruktur, ancaman krisis pangan, penddidikan yang rendah,.

"Memang banyak masalah, tetapi setelah bertemu kalangan pemerintah dan dunia usaha, saya rasa kawasan ini bergerak ke arah yang tepat," kata Paul Polman, CEO raksasa makanan dan alat rumah tangga, Unilever, kepada wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.

Masalah yang dihadapi kawasan Asia Timur, sebenarnya juga dihadapi oleh kawasan-kawasan lain di dunia, seperti diungkapkan Dennis Nally, CEO perusahaan konsultasi PriceWaterHouseCooper. .

"Saya rasa ini adalah saat terbaik dalam ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan tinggi, situasi kondusif, pasar terbuka."

Chairul Tanjung

"Masalah Asia Timur dihadapi oleh kawasan yang lain, dan saya rasa komitmen (untuk mengatasi) jelas."

Optimisme Indonesia

Forum ini juga dianggap mampu menampilkan Indonesia dalam radar bisnis dunia dan menampilkan citra Indonesia sebagai negara dengan tawaran investasi menarik
bagi kalangan pemerintah asing maupun pihak swasta.

"Forum telah membuka kesempatan pada kalangan swasta untuk melihat peluang kita dan saya sudah mendengar banyak ketertarikan pengusaha global untuk investasi di sini," kata kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gita Wirjawan.

Coca Cola, misalnya. sudah menyatakan akan menambah investasi sebesar US$500 juta, perusahaan komputer NEC sebesar US$5,2 miliar dan Nestle mencapai US$400 juta.

Optimisme juga muncul dari sejumlah pengusaha lokal, yang juga hadir dalam forum kali ini.

"Saya rasa ini adalah saat terbaik dalam ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan tinggi, situasi kondusif, pasar terbuka," kata Direktur Para Group, Chairul Tanjung.

Cina

Perekonomian Asia Timur masih dibayang-bayangi ketidakmerataan.

Terhadap berbagai suara pesimistis yang menyebut ekonomi Indonesia tidaklah sebaik yang digembar-gemborkan, Chairul menunjuk pada angka pertumbuhan Indonesia dewasa ini yang merupakan tertinggi ketiga dikawasan setelah Cina dan India.

"Kita bicara angka saja. Menurut saya sekarang ini dunia bisnis sangat confidence untuk berekspansi. Situasi ini tidak akan terulang lagi dalam waktu yang sangat lama," imbuhnya.

Cina dan India

Bagaimanapun WEF Asia Timur di Jakarta kali ini agaknya berjalan kurang lengkap tanpa kehadiran penuh dari dua raksasa ekonomi kawasan, Cina dan India.

India masih diwakili oleh sejumlah pengusaha terkemuka walau tanpa perwakilan pejabat senior dari kalangan pemerintah.

Namun Cina hampir tidak mengirim utusan, baik dari kalangan pemerintahan maupun bisnis.

Padahal dua negara ini merupakan 'motor ekonomi' kawasan Asia Timur dan ASEAN seperti diakui oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

"Untuk dapat ikut berperan dalam pertumbuhan ekonomi Asia dan dunia, maka ASEAN harus makin terlibat dalam pembangunan ekonomi antar negara anggota, serta dengan pembangunan ekonomi Cina dan India," kata PM Lee saat duduk sebagai pembicara dalam pembukaan Minggu (12/06).

WEF Asia Timur ke-20 ini dihadiri lebih dari sekitar 600 perserta dari 40 negara dan akan ditutup Senin petang.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.