BBC navigation

Faktor Perkawinan Kerajaan megah

Terbaru  22 Maret 2011 - 12:58 GMT
Kue Wills Kate

Kue-kue bertema pernikahan kerajaan Wills Kate

Sementara Pangeran William dan Kate Middleton mengikat diri lewat tali pernikahan, apa sebenarnya faktor-faktor yang membuat perkawinan kerajaan berjalan megah?

Dongeng kerajaan, menyatukan bangsa atau aksi membuang uang -bagi mereka yang sangat tidak suka dengan kerajaan- perkawinan kerajaan menduduki tempat unik dalam fantasi rakyat Inggris.

Pangeran William dan Kate Middleton tidak hanya harus menghadapi segala macam tekanan yang dihadapi setiap pasangan muda yang akan menikah -tetapi juga harus menghadapi tekanan untuk bisa memenuhi harapan dan aspirasi seluruh bangsa.

Inggris raya saat ini mungkin sedikit berbeda dengan ketika Pangeran Charles dan Putri Diana menikah tahun 1981 -sekarang Inggris adalah negara dimana rakyat lebih suka tidak memilih tokoh masyarakat dalam acara televisi dibandingkan memilih mereka.

Perceraian, skandal dan bisik-bisik kaum yang mendukung sistem republik juga membuat kerajaan tidak lagi mengandung gemerlap dongeng yang dimiliki satu generasi terdahulu.

Meski demikian perkawinan Kerajaan Inggris masih menjadi peristiwa unik yang menyatukan seluruh perilaku yang ada di Inggris.

Lalu apa faktor-faktor penting dalam perkawinan Kerajaan Inggris?

Lari dari kesulitan

Meski penuh dengan gemerlap, pewaris tahta Kerajaan Inggris memiliki kebiasaan untuk menikah saat perekonomian dalam keadaan sulit.

Tahun 1947, putri mahkota saat itu Elizabeth menikahi Letnan Philip Mounbatten ketika negara sedang merangkak keluar dari peperangan dimana penghematan, pembagian dan devaluasi mata uang sedang terjadi.

Ketika Pangeran Charles menikahi Lady Diana Spencer tahun 1981, angka pengangguran mencapai 2,5 juta orang dan kekerasan mewarnai kehidupan perkotaan.

Namun, kedua peristiwa ini sangat populer di kalangan warga Inggris yang sedang kesulitan -gemerlap, romantika dan kemewahan dari upacara pernikahan itu menjadi penawar kepahitan hidup dan ketidakpastian yang dialami.

Apakah Inggris yang baru keluar dari krisis kredit macet di tahun 2011, dimana penghematan besar-besaran yang dicanangkan pemerintah koalisi Inggris mulai diterapkan, akan mempergunakan acara pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton sebagai pelarian?

Peter York, seorang pengamat sosial dan pengarang, yakin saat ini memang ada keinginan masyarakat untuk lari dari kesulitan yang mirip dengan awal tahun 1980 an.

"Banyak faktor yang mirip dengan masa itu -Downtown Abbey bercerita soal itu," ujarnya mengenai satu film seri televisi yang terkenal. "Tahun 1981 ada seri yang sama berjudul Brideshead Revisitied."

Akan tetapi, York memandang Istana Kerajaan tidak berniat mengadakan perayaan terlalu mewah karena akan terlalu menampar rakyatnya.

"Mereka akan sangat berhati-hati," ujarnya.

Gaun Pengantin

Spekulasi dan keingin-tahuan soal disain dan pembuat gaun pengantin wanita menjadi salah satu perhatian utama masyarakat.

Dengan begitu banyak orang yang akan menonton, berita dan tanggapan akan gaun pengantin pilihan Kate Middleton sangat mendominasi.

Memang gaun pengantin kerajaan memiliki sejarah panjang yang terus dikenang sepanjang masa.

Mungkin yang paling berpengaruh adalah pada tahun 1840 ketika Ratu Victoria menikah dengan Pangeran Albert. Dua alasan yang membuat peristiwa ini bertentangan dengan norma yang berlaku.

Victoria bukan Pengantin Kerajaan pertama yang mengenakan gaun berwarna putih, namun dia mengukuhkan tradisi ini di dunia Barat.

Sebelum Victoria, pengantin wanita mengenakan gaun berwarna warni, setelah itu mereka lebih cenderung mengenakan gaun berwarna putih atau putih kecoklatan.

Menurut kurator senior Istana Kensington dan pengarang buku Gaun Pengantin Kerajaan, Joanna Marschner, Ratu Victoria juga memilih untuk mengubah gaya gaunnya.

Gaun pengantin kerajaan sebelumnya seringkali mempergunakan kain keemasan dan keperakan. Gaun ini tidak bisa ditiru oleh masyarakat luas. Dan Victoria pun memilih gaun yang berbeda.

"Untuk pertama kali seorang anggota Keluarga Kerajaan mengenakan baju yang bisa dikenakan oleh setiap wanita," ujar Joanna Marschner.

Seperti yang dicatat koran Times: "Tuan Putri tidak mengenakan berlian di kepalanya, hanya rangkaian bunga sederhana."

Gaya gaun pengantin ini mewakili selera pribadi.

Gaun pengantin Kerajaan setelah itu juga menjadi pencipta trend di bidang fesyen. Ketika Ibu Suri menikah tahun 1923, dia juga membantu memulai satu trend bagi seluruh negeri.

"Gaun pengantin Ibu Suri bergaya flapper, dengan penutup wajah tipis yang dibuka ke atas," ujar Joanna Marschner.

Dan ketika Ratu Elizabeth menikah tahun 1947 gaun yang dikenakan sesuai dengan trend fesyen saat itu. Meski didisain oleh Norman Hartnell, Putri Elizabeth harus mempergunakan kupon pembagian untuk mendapatkan bahan gaun itu.

"Baju itu menjadi impian semua gadis cilik di negara ini...inspirasi bagi baju pernikahan selama satu dekade. Baju-baju itu menangkap imajinasi rakyat. Mereka menjadi spektakuler dengan cara masing-masing."

Namun dampak terbesar sejak Ratu Victoria adalah gaun pengantin Putri Diana tahun 1981, bagian belakang gaun sepanjang sekitar 25 meter menjadi fokus perhatian.

"Fesyen romantis saat itu menjadi trend," ujar Joanna Marschner. Baju tanpa penutup bahu kemudian menjadi satu kewajiban dalam pernikahan.

Tetapi yang menyamakan gaun pengantin kerajaan adalah kesadaran bahwa mereka dilihat masyarakat secara luas, bukan hanya ribuan undangan.

"Kepraktisan adalah satu hal yang pantas dicatat," ujar Joanna Marschner. "Baju itu akan difoto, baju itu harus menjadi pusat perhatian di lokasi yang sangat besar."

Libur Nasional

Bahkan pihak pendukung sistem republik ikut juga berteriak pada tanggal 29 Juli 1981 -hari libur nasional dan semua pekerja berhak libur satu hari.

"Duduk dan tonton acara perkawinan kerajaan di TV," ujar Tony Benn, politikus veteran yang biasanya tidak sepakat dengan sistem kerajaan.

Hari libur nasional sudah dicanangkan untuk perkawinan William dan Kate.

Sejumlah kelompok bisnis mengeluh soal hari libur ini karena berarti satu hari produksi hilang di tengah upaya memperbaiki kinerja ekonomi.

Patriotisme

Perkawinan Kerajaan bertujuan mengukuhkan rasa cinta pada Keluarga Kerajaan. Disamping itu ada juga pembicaraan soal persatuan nasional dalam perayaan hari membahagiakan ini.

Ketika Victoria menikah tahun 1840, hanya warga kota London dan sekitarnya yang ikut merayakan dimana banyak warga naik pohon di St James's Park kemudian jatuh ke atas sesama penonton ketika ranting pohon tidak bisa menahan berat mereka.

Tetapi dalam perkawinan calon Raja George V tahun 1839, transportasi dengan kereta sudah meluas sehingga banyak warga dari pelosok negeri berdatangan ke lokasi pernikahan.

Harian Times mencatat perusahaan Kereta Metropolitan saja mengangkut 514.724 orang di hari pernikahan.

Tahun 1981, sebagian besar rakyat menonton pernikahan kerajaan lewat televisi.

Dalam pernikahan William dan Kate, bendera Inggris Raya akan berkibar di mana-mana. Sekolah-sekolah akan menampilkan rasa keterlibatan mereka dengan memasang poster dan pita.

Tentu saja banyak warga yang mendukung sistem republik yang tidak akan merasakan dan merayakan hari itu.

Demam Perkawinan

Banyak pihak yang memiliki bisnis terkait dengan perkawinan akan berharap dengan gembira bahwa perkawinan William akan mendorong mereka yang sudah merencanakan menikah tahun 2011 mengeluarkan uang lebih banyak.

Tetapi apakah perkawinan kerajaan yang begitu digembar-gemborkan ini berpengaruh pada tingkat pernikahan?

Data statistik yang ada mengatakan tidak. Kantor Statistik Nasional mencatat jumlah perkawinan mulai tahun 1837. Dan perkawinan keluarga kerajaan yang penting terjadi tahun 1840, 1863, 1893, 1923, 1947 dan 1981. Dan tidak ada lonjakan tinggi dalam jumlah perkawinan di tahun-tahun itu.

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.