Terbaru  7 Januari 2011 - 15:12 GMT

Produksi pangan di tengah kenaikan harga

Lahan padi menjelang panen

Kementerian Pertanian berencana menambah lahan produksi perrtanian

Pemerintah Indonesia berjanji akan mengatasi masalah pangan antara lain dengan menyiapkan bibit padi varitas baru dan menambah lahan pertanian tahun 2011 guna mengatasi masalah pangan.

Kementerian Pertanian memprediksi hujan masih akan membasahi Indonesia hingga tiga bulan pertama tahun ini. Untuk itu pemerintah sudah mempersiapkan upaya menghadapi kemungkinan cuaca basah seperti tahun lalu.

"Kementerian Pertanian sudah menyiapkan beberapa varitas untuk menghadapi perubahan cuaca khususnya untuk daerah-daerah yang banyak genangan," kata Menteri Pertanian Suswono.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan penambahan lahan-lahan pertanian baru untuk mengimbangi cepatnya laju konversi lahan pertanian.

Dengan langkah antisipasi ini maka pemerintah memiliki target untuk produksi beras Indonesia tahun ini.

"Setiap tahun kenaikan ini rata-rata adalah 3,2%. Untuk tahun 2011 kita targetkan padi luas panennya 12,3 juta hektar, produktivitas 5,5 ton. Kita akan ada produksi 68,8 juta gabah kering giling. Tentu saja produksi kita ataupun stok pangan kita atau surplus kita akan lebih besar," jelas Suswono.

Impor beras

Namun, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Winarno Tohir tidak terlalu yakin pemerintah bisa mencapai target produksi pangan.

Nah kalau peningkatan produksi demikian terus menerus logikanya harga beras tidak akan tinggi

Dwi Andreas Santoso

"Saya menggunakan rujukan FAO dan OECD. Sudah jelas-jelas dikatakan di situ bahwa agriculture outlook 2009-2015 akan terjadi penurunan secara liar. Nah kalau sampai Indonesia ini akan naik, seluruh dunia akan belajar ke Indonesia. Bagaimana sih teknologinya? Orang lain turun kok Indonesia bisa naik sendiri," kata Winarno Tohir.

Kesanggupan pemerintah untuk menyediakan pangan yang cukup dan terjangkau diragukan oleh pengajar Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santoso.

Menurut dia, jika pemerintah mengklaim produksi beras mencukupi maka seharusnya pemerintah tidak perlu membuka keran impor beras dari negara-negara tetangga.

"Tahun lalu dinyatakan swasembada beras. Tahun lalu produksi beras meningkat 5% dan sebagainya. Nah kalau peningkatan produksi demikian terus menerus logikanya harga beras tidak akan tinggi. Dan logikanya juga kita tidak perlu impor beras," jelasnya.

Bila kenaikan produksi beras selama tiga sampai empat tahun terakhir di atas 3%, tambah Dwi Andreas Santoso, sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia hanya 1,4%, seharusnya persediaan beras cukup.

Namun Menteri Pertanian Suswono memiliki alasan tersendiri soal impor beras. Menurutnya, impor harus dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.