Terbaru  24 Mei 2010 - 01:18 GMT

RPP tembakau alot dan sengit

Massa petani meminta usaha tembakau mereka tidak diganggu gugat

Massa petani meminta usaha tembakau mereka tidak diganggu gugat

Ribuan petani tembakau Temanggung dan sekitarnya bertekad kembali membanjiri gedung DPR, setelah Februari lalu melakukan aksi demo di depan gedung DPR.

''Kami sudah ada pembicaraan kalau petani harus menyisihkan Rp500 ribu - 1 juta, akan kami lakukan agar tuntutan kami didengar,'' tekad Agus Parmuji, petani tembakau dari Wonosari, Kecamatan Bulu Temanggung Jawa Tengah.

Agus yang juga kepala desa Wonosari mengatakan, petani sudah bertekad bulat menolak RPP pengendalian dampak tembakau yang disiapkan Kementrian Kesehatan.

''Tembakau adalah mata pencarian kami, kalau kami dilarang menanam tembakau maka wajib hukumnya kami melawan!'' tandas Agus.

Dalam draf RPP yang sudah disiapkan Kementrian, sebenarnya tidak ada butir yang melarang penanaman tembakau.

Beberapa rencana aturan baru yang dibuat termasuk terkait kemasan, iklan, aturan merokok, aturan penjualan rokok dan beberapa rincian lain, tidak secara langsung ditujukan pada pengurangan produksi rokok, kata Menkes Endang Sedyaningsih.

''Bagi yang sudah merokok, tidak akan terpengaruh dengan (misalnya) ada atau tidak adanya iklan. Jadi kekhawatiran tidak ada iklan kemudian tidak ada orang beli rokok itu tidak betul,'' tegas Menkes.

Endang mengutip UU Penyiaran pasal 46 yang antara lain sudah lebih dulu menyebut dilarangnya iklan produk adiktif memang sudah dilarang.

Dengan tujuan mengurangi jumlah perokok baru, draf RPP juga menyebut larangan menjual rokok secara eceran. Rokok harus dijual dalam bentuk bungkus, minimal berisi 20 batang.

''Padahal kita memproduksi hanya kemasan 10, 12 atau 16 batang. Lha apa orang miskin tidak boleh menikmati rokok?'' sergah Nur Hidayah, pemilik pabrik rokok kecil Surya Mukti Abadi di Kudus, Jawa Tengah.

Sementara larangan yang dipersoalkan pabrikan besar antara lain terkait iklan yang akan dihentikan total.

Harus adil

Isi RPP yang dianggap merugikan industri rokok, disambut gembira pegiat anti tembakau.

''Banyak kemajuan pesat, kami ketemu Menteri perberdayaan perempuan dan perlindungan anak, beliau mendukung. Menteri Perindustrian juga concern,'' kata Mia Hanafiah, Wakil Ketua Komnas Pengendalian Dampak Tembakau.

Kemasan rokok bergambar kanker paru

RPP usulkan bungkus dengan gambar kerusakan organ akibat merokok

Mia mengatakan, industri sudah terlalu lama diberi angin dengan kebijakan pro rokok sehingga perokok baru rumbuh pesat dan menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan perokok terbesar di dunia.

Sebaliknya, menurut pelaku industri, RPP menunjukkan ketidakadilan pada pihak mereka.

"Kemasan rokok harus diberi gambar paru-paru rusak, mulut dan gigi infeksi dan seterusnya. Kenapa hanya rokok padahal yang menyebabkan kanker ada banyak produk,"protes Wisnu Brata, ketua DPP Asosiasi Petani tembakau Indonesia Jawa Tengah.

Protes lain ditujukan pada Menteri kesehatan yang dianggap hanya mau bertemu kelompok anti rokok.

''Kami sudah dua kali menulis surat minta waktu bertemu Ibu Menkes, tapi tidak pernah ditanggapi,'' keluh Yos Ginting dari Sampoerna.

Kami sudah dua kali menulis surat minta waktu bertemu Ibu Menkes, tapi tidak pernah ditanggapi

Yos Ginting

Yos mengatakan ingin menagih janji pemerintah yang sebelumnya dianggapnya telah menggariskan peta jalan industri tembakau hingga 2025.

Dalam peta itu, menurut Yos, keberadaan industri tembakau ditimbang dari tiga prioritas kepentingan: lapangan kerja, penerimaan cukai dan kesehatan.

''Roadmap menyatakan kesehatan baru dipertimbangkan sebagai prioritas utama setelah 2015,'' kata Yos.

Isi RPP ini, dianggap menyalahi komitmen peta industri tembakau sebelumnya.

Kekuatan lobi

Debat makin sengit setelah baik pabrikan, petani maupun pegiat anti rokok, saling menuding masing-masing pihak lawan didukung kekuatan lobi.

''Kami tidak bisa sebut secara gamblang, tapi jelas industri punya dana besar untuk melakukan berbagai kampanye rokok,'' kata Mia Hanafiah.

Banyak pihak berkepentingan atas industri rokok di Indonesia

Banyak pihak berkepentingan atas industri rokok di Indonesia

Mia mencontohkan kasus hilangnya ayat rokok pada UU Kesehatan, yang meski bisa ditelusuri sampai kini tak dilakukan pengusutan siapa pelakunya. Menurut pegiat anti tembakau, ini menunjukkan ada upaya lobi induastri rokok melindungi pelakunya.

Sebaliknya, kelompok anti tembakau juga dianggap ditunggangi kepentingan pihak luar.

Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, dikabarkan menerima dana kampanye miliaran rupiah dari sebuah lembaga anti rokok setelah mengeluarkan fatwa haram.

''Itu tidak benar. Fatwa dikeluarkan oleh majelis Tarjih Muhammadiyah dan kami tidak terima dana yang dituduhkan,'' bantah Ketua Muhammadiyah Dien Syamsuddin.

Yang tak banyak diungkap, adalah perseteruan dua pihak industri yang sama: petani tembakau dan produsen rokok putih.

Menurut asosiasi petani tembakau APTI, RPP adalah titipan kepentingan pabrikan rokok putih, rokok yang rata-rata diproduksi pabrikan internasional.

kami tidak terima dana yang dituduhkan

Dien Syamsuddin

Wisnu Brata terus terang membidik kepentingan pabrikan yang sudah dibeli pihak asing, seperti Sampoerna yang sebagian besar sahamnya dikuasai Phillip Morris, berkepentingan dengan RPP.

''Pada akhirnya RPP akan mengacu pada dua hal: berhenti merokok atau 'merokok sehat','' simpul Wisnu.

Rokok putih, menurut Wisnu dicitrakan sebagai 'rokok lebih sehat' dibanding kretek.

Hampir 90% konsumen di Indonesia menurut Wisnu memilih rokok kretek, sehingga sulit ditembus oleh produk rokok putih.

Fakta-fakta ini kemungkinan nanti akan diungkap pihak-pihak yang berkepentingan dengan RPP, dalam pembahasan di Komisi IX DPR.

Sementara meski sudah cukup lama beredar, draf RPP dari Kementerian Kesehatan hingga kini RPP masih dalam tahap penyelarasan dibawah Kantor Menko Kesra.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.