Terbaru  26 Januari 2010 - 17:13 GMT

Dua kali tuduhan miring buat Anwar

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim sering disebut sebagai de facto pemimpin oposisi Malaysia

Dua kali peruntungan politik Anwar Ibrahim melambung tinggi, dan dua kali pula dia menghadapi dakwaan sodomi.

Tahun 2008 adalah tahun cemerlang bagi Anwar sebagai tokoh oposisi. Perolehan suara Partai Keadilan Rakyat, PKR, yang dia rintis, naik tajam dalam pemilihan umum bulan Maret 2008.

Mereka berhasil menguasai 82 dari 222 kursi parlemen nasional Malaysia, sedangkan Anwar diunggulkan untuk menang dalam pemilihan sela setelah masa larangan berpolitiknya berakhir bulan April tahun itu.

Sebelum dia menghadapi dakwaan serupa sepuluh tahun sebelumnya, banyak pengamat dan warga Malaysia yakin Anwar Ibrahim tinggal satu langkah lagi untuk bisa duduk di kursi perdana menteri begitu Mahathir Mohamad lengser.

Namun nasibnya berbalik setelah hubungannya memburuk dengan Mahathir, yang menunjuk Abdullah Badawi sebagai penggantinya sebelum digantikan oleh Najib Razak.

Anwar menampik tuduhan sodomi terhadap dirinya di bawah pemerintahan Najib. Dia juga menyebut ada konspirasi politik untuk mengganjalnya.

"Saya yakin kita sedang menyaksikan berulangnya cara-cara yang digunakan terhadap saya pada tahun 1998 ketika tuduhan palsu dibuat di bawah tekanan," kata Anwar.

Dalam kedua kasus, pemerintah Malaysia membantah berada di balik tuduhan asusila terhadap Anwar.

Skenario berbalik

Malaysia sudah berubah banyak sepuluh tahun terakhir. Dia menghadapi tuduhan pertama saat Mahathir Mohamad masih berkuasa.

Saya yakin kita sedang menyaksikan berulangnya cara-cara yang digunakan terhadap saya pada tahun 1998 ketika tuduhan palsu dibuat di bawah tekanan

Anwar Ibrahim

Sedangkan, tuduhan kedua muncul saat Mahathir telah menyerahkan kursi perdana menteri kepada Abdullah Badawi yang kemudian digantikan Najib Razak.

Namun, setidaknya ada satu kesamaan latar belakang dalam dua dakwaan sodomi yang menimpa Anwar Ibrahim.

Dia menghadapi dakwaan pertama saat karir politiknya hampir mencapai titik puncak. Pada tahun 1998, dia disebut-sebut sebagai anak emas seniornya di UMNO, Mahathir Mohamad.

Tapi, tidak lama setelah dia muncul dalam demonstrasi menuntut reformasi di Kuala Lumpur di tengah krisis ekonomi yang menerjang asia, dia ditahan dengan tuduhan menggerakkan menggulingkan pemberontakan terhadap pemerintah.

Berikutnya, skenario karir politik Anwar pun tiba-tiba berbalik. Belakangan dia menjadi sasaran tuduhan korupsi dan sodomi.

Saat itu dia dikatakan mensodomi anggota keluarga angkatnya.

Sodomi atau liwat adalah perbuatan terlarang di Malaysia, dengan ancaman hukuman maksimum 20 tahun kurungan.

Di mata warga biasa Malaysia tindakan itu sangat tercela. Namun Anwar membantah semua tuduhan dan menyebut sebagai fitnah, walau bantahannya tak bergema. Dia dipecat dan diadili.

Di ruang sidang, Anwar Ibrahim saat itu tampil dengan wajah memar karena mengaku dianaya polisi. Dalam penyelidikan terpisah, seorang perwira polisi mengakui penganiyaan itu terjadi.

Tim penuntut pimpinan Abdul Gani Patail, yang belakangan menjabat jaksa agung, mengajukan bukti, termasuk kasur dan hasil uji DNA.

Anwar kemudian dinyatakan bersalah atas dakwaan sodomi dan diganjar 9 tahun penjara.

Konspirasi politik

Massa pendukung Anwar Ibrahim menghendaki agenda reformasi

Massa pendukung Anwar Ibrahim menghendaki agenda reformasi

Dalam sidang banding, Mahkamah Agung Malaysia membatalkan vonis bersalah, setelah Anwar menghuni penjara selama enam tahun.

Sepuluh tahun kemudian saat peruntungan politiknya kembali menjanjikan -setelah buruknya perolehan koalisi pemerintah Barisan Nasional (BN) yang dimotori UMNO dalam pemilu bulan Maret 2008- dia harus kembali menghadapi dakwaan melakukan sodomi dengan salah seorang asisten.

Anwar juga menampik tuduhan sodomi kedua yang dilayangkan kepada dirinya, dan kembali menyatakan ada konspirasi politik untuk menjegal kubu oposisi, Pakatan, yang dia galang.

Di bandingkan saat menghadapi dakwaan sodomi pertama, kini Anwar memiliki kesempatan lebih leluasa untuk melawan.

Di antaranya, dia sempat berlindung di kedutaan besar Turki di Kuala Lumpur, tidak lama setelah orang yang mengaku dia sodomi melapor ke polisi.

Tim pengacaranya juga mengadu ke Mahkamah Syariah yang mengharuskan si penuduh mendatangkan empat saksi perbuatan sodomi yang ditujukan kepada dirinya.

Politisi kelahiran tahun 1947 itu juga memohon pengadilan tinggi membatalkan dakwaan terhadap dirinya karena keterangan visum dokter menyatakan sodomi tidak pernah terjadi.

Namun, hakim pengadilan tinggi menolak permohonannya dan Anwar Ibrahim akan mulai kembali duduk di kursi tersangka dengan dakwaan sodomi yang rencananya akan digelar tanggal 28 Januari.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.