Terbaru 7 Desember 2009 - 16:04 GMT

Peta emisi negara G20

Kanada Inggris Jerman Rusia Prancis Italia Jepang Turki Cina Amerika Serikat Arab Saudi Meksiko Brasil India Korea Selatan Argentina Afrika Selatan Indonesia Australia
Emisi CO2 negara G20 pada 2007 (dari sektor energi)
Negara Jutaan ton CO2 CO2/p.k Peringkat dunia
Cina62844.81
Amerika Serikat600719.92
Rusia1,67311.83
India14011.24
Jepang1,262 9.95
Jerman83510.16
Kanada590187
Inggris5649.38
Korea Selatan51610.69
Italia4617.911
Australia4562212
Meksiko4534.213
Afrika Selatan4529.414
Arab Saudi43415.815
Prancis4056.316
Brasil3982.117
Indonesia3191.320
Turki2773.723
Argentina1664.129
Sumber : EIA
Metrik ton CO2
Peringkat dunia berdasarkan emisi karbon
*Peringkat EIA berdasarkan negara
Data EIA : Emisi dunia sejak 1989, berdasarkan negara

Cina

  • Menetapkan 'tujuan yang mengikat' untuk mengurangi CO2 per unit GDP sebesar 40-45% di bawah tingkat 2005 pada 2020.
  • Ingin negara-negara kaya mengurangi emisi 40% di bawah tingkat 1990 pada 2020.
  • Menyarankan negara-negara kaya membayar 1% dari GDP per tahun untuk membantu negara-negara lain menerapkan pengurangan emisi.
  • Menginginkan Barat menyediakan teknologi karbon rendah.

Klik Kembali ke atas

Amerika Serikat

  • Akan memotong emisi 17% di bawah tingkat 2005 pada 2020 namun menunggu pengesahan Kongres -pemotongan ini sama dengan 4% di bawah tingkat 1990.
  • Menentang upaya seperti Protokol Kyoto yang menerapkan kewajiban yang mengikat secara hukum internasional.
  • Mendesak Cina, Incia, Afrika Selatan, dan Brasil untuk punya komitmen mengurangi pertumbuhan tingkat emisi.
  • RUU Perubahan Iklim saat ini masih di Senat.

Klik Kembali ke atas

Rusia

  • Secara tidak resmi berjanji untuk mengurangi emisi sekitar 20-25% pada 2020 dibandingkan dengan tingkat 1990.
  • Ambruknya perekonomian pada masa 1990-an membuat Rusia bisa meningkatkan emisinya sampai sepertiga dari tingkat 2005 dan masih dalam sasaran yang mereka tetapkan.

Klik Kembali ke atas

India

  • Sepakat untuk membatasi pertumbuhan GHC namun tidak akan mau punya komitmen untuk target yang mengikat.
  • Berpendapat negara-negara kaya yang bersalah dalam perubahan iklim dan menunjuk pada jurang yang besar dalam emisi per kapita.
  • Ingin pengurangan tajam emisi negara kaya, janji pemberian dana, dan transfer teknologi.
  • Ingin upaya seperti Protokol Kyoto yang mengikat secara hukum bagi negara-negara berkembang.

Klik Kembali ke atas

Jepang

  • Akan mengurangi emisi 25% di bawah tingkat 1990 pada 2020 jika negara-negara lain memperlihatkan keinginan yang sama.
  • Hal itu berarti pengurangan 30% dalam waktu 10 tahun dan ditentang oleh sektor industri.
  • Prakarsa Hatoyama' akan meningkatkan bantuan keuangan dan tehnis kepada negara-negara berkembang.
  • Mendukung proposal yang menyarankan setiap negara menetapkan komitmen emisi masing-masing.

Klik Kembali ke atas

Jerman

  • Jerman sudah berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 40% sebelum 2020 atau dua kali lipat dari yang dijanjikan oleh Uni Eropa.
  • Rencana delapan poin' ditujukan untuk mengurangi emisi yang lebih besar dari janji Uni Eropa yang mencapai 20% pada 2020.
  • Rencana itu terdiri dari delapan upaya, baik berupa modernisasi pembangkit listrik maupun peningkatan proporsi produksi listrik yang terbarukan sebesar 27%.

Klik Kembali ke atas

Kanada

  • Setelah sepuluh tahun tak bergerak dalam pengurangan emisi, pemerintah sudah menetapkan rencana pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 20% dari tingkat 2006 -atau sama dengan pengurangan 3% dibanding tingkat 1990.
  • Sasaran ini dikritik secara meluas karena dianggap tidak cukup.

Klik Kembali ke atas

Inggris

  • Tahun 2008, UU Perubahan Iklim disahkan dan menetapkan secara hukum agar pemerintah mengurangi emisi 80% dibanding tingkat 1990 pada 2050, dengan sasaran antara berupa pengurangan 34% pada 2020.
  • Beberapa pihak berpendapat sasaran itu tidak realistis dan tidak akan bisa dicapai sebelum 2100.
  • Berdasarkan The Institution of Mechanical Engineers, jika Inggris berhasil mengurangi permintaan energi sampai 50% sekalipun, maka masih dibutuhkan 16 pembangkit listrik nuklir dan 27.000 turbing angin pada 2030 untuk menjamin agar sasaran tercapai.

Klik Kembali ke atas

Korea Selatan

  • Berjanji akan mengurangi emisi sebesar 4% pada 2020, yang mencerminkan pengurangan 30% dari angka perkiraan semula -dan akan tetap diterapkan walaupun dunia internasional gagal mencapai kesepakatan pengurangan emisi di Kopenhagen.
  • Namun para bos industri memperingatkan bahwa pemerintah bergerak terlalu cepat dalam pengurangan emisi untuk sebuah negara yang masih tergolong negara berkembang.
  • Berkomitmen untuk investasi 2% dari GPD per tahun bagi teknologi hijau.

Klik Kembali ke atas

Italia

  • Dilihat sebagai salah satu anggota EU yang paling buruk dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.
  • Antara 2001 dan 2006, emisinya meningkat pesat dibanding dengan GDP.
  • Menurut laporan tahunan Komisi Eropa 2007, emisi Italia mencapai 550 juta ton per karbon dioksida, atau 7% lebih tinggi dibanding 1990.

Klik Kembali ke atas

Australia

  • Berada dalam tahap akhir perdebatan undang-undang yang akan mengurangi emisi sekitar 5-15% di bawah tingkat 2000 pada 2020.
  • Pemerintah berupaya mencapainya lewat Senat. Namun dihambat oleh partai oposisi.

Klik Kembali ke atas

Meksiko

  • Menetapkan sasaran sukarela untuk pengurangan emisi GHG: pengurangan 50% pada 2050 dibanding level 2002.
  • Negara ini mendukung kuat 'Dana Hijau' yang akan mendapat uang dari semua negara, kecuali negara miskin, untuk mendanai proyek-proyek hijau.
  • Mereka merencanakan sistem penetapan perdagangan pada 2012, dengan kemungkinan dikaitkan pada sistem di AS, untuk mengurangi emisi, khususnya dari produksi semen dan penyulingan minyak.

Klik Kembali ke atas

Afrika Selatan

  • Berbeda dengan sebagian besar negara berkembang, Afrika Selatan memilih untuk menetapkan batas sukarela dalam emisi gas rumah kaca dan meningkatkan sumber-sumber energi terbarukan.
  • Menyadari bahwa emisi perlu dikurangi sebesar 30% pada 2050.
  • Afrika Selatan mengharapkan pengurangan emisi karbon yang mengikat akan dihasilkan di Kopenhagen. Namun pada saat yang sama mengharapkan negara-negara maju melakukan lebih banyak jika menginginkan komitmen dari negara berkembang.

Klik Kembali ke atas

Arab Saudi

  • Dikritik secara meluas karena keengganan mengurangi emisi.
  • Bersama OPEC, Arab Saudi mengupayakan kompensasi bagi produsen minyak jika kesepakatan baru membutuhkan pengurangan minyak fosil.
  • Menginginkan kesepakatan dalam penangkapan dan penyimpanan karbon.
  • Tahun 2007 anggota-anggota OPEC berjanji untuk memberi dana US$ 750 juta untuk perubahan iklim.

Klik Kembali ke atas

Prancis

  • Merencanakan pajak karbon yang baru, yang akan diberlakukan tahun depan dan mencakup penggunaan minyak, gas, dan batu bara.
  • Pajak itu akan diberlakukan secara bertahap dan akan diterapkan ke rumah tangga dan usaha -namun tidak pada industri berat dan perusahaan energi yang masuk dalam skema pengurangan emisi EU.
  • Warga Prancis mengatakan penentangan atas pajak baru ini karena khawatir akan membayar rekening yang lebih mahal.

Klik Kembali ke atas

Brasil

  • Secara historis berada dalam posisi bersama Cina dan India, yaitu negara-negara berkembang yang seharusnya lebih dulu melakukan pengurangan emisi secara tajam.
  • Bagaimanapun Presiden Lula baru-baru ini mengumumkan Brasil bersedia mengurangi emisinya sedikitnya 36% dari angka yang mereka perkirakan pada 2020. Dia mengatakan sebagian besar dari pengurangan emisi itu akan berasal dari pengurangan deforestasi atau penebangan hutan sebesar 80% pada 2020 dan pindah ke arang dari batu bara.
  • Brasil menyampaikan pendapat yang kuat dalam perundingan tentang REED (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi) serta berpendapat memilih dana umum dari pemerintah dan bukan dari perdagangan karbon pribadi.

Klik Kembali ke atas

Indonesia

  • Sudah menetapkan sasaran pengurangan emisi sebesar 26% dari tingkat 2005 pada 2020.
  • Mengatakan emisi karbon harus dipotong melalui pengurangan penebangan hutan, degradasi lahan gambut, dan penggunaan pembangkit listrik akrab lingkungan.
  • Dewan Perubahan Iklim Nasional memperkirakan pengurangan emisi sebesar 40% akan membutuhkan biaya US$ 32 milyar dengan pendanaan sebagian besar berasal dari neagra-negara maju.

Klik Kembali ke atas

Turki

  • Tidak meratifikasi Protokol Kyoto sampai Februari 2009.
  • Sebagai negara yang terlambat masuk ke dalam Protokol Kyoto, pengkritik mengatakan Turki kehilangan keuntungan yang bisa diperoleh dari Protokol Kyoto.

Klik Kembali ke atas

Argentina

  • Sebagai anggota G77, merupakan negara yang penting dalam kelompok negara industri yang enggan menerima pemotongan tajam emisi maupun dalam transer tekonologi.
  • Pemerintah belum mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil Argentina untuk menyesuaikan diri atas dampak pemanasan global.

Klik Kembali ke atas

Uni Eropa

  • Ingin mengambi 'peran memimpin' di Kopenhagen.
  • Akan memotong emisi sebesar 20% dari tingkat 1990 pada 2020, atau sebesar 30% jika negara penghasil emisi besar mengambil aksi yang tegas.
  • Ingin negara kaya mengurangi emisi 80-95% pada 2050.
  • Ingin negara miskin memperlambat pertumbuhan emisi.
  • Uni Eropa mengatakan akan menyediakan sekitar US$ 7 milyar hingga 22 milyar untuk membantu negara-negara berkembang dalam menyesuaikan diri -yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 150 milyar per tahun pada 2020.

Klik Kembali ke atas

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.