Swasembada pangan

Sawah

Tahun 2008 produksi beras diperkirakan mencapai 63 juta ton

Pemerintah Indonesia menegaskan akan bisa mencapai swasembada pangan karena produksi pertanian yang terus meningkat.

Menteri Pertanian Anton Apriantono menyebutkan produksi beras 2007 naik 4,96% persen menjadi 57,15 juta ton gabah kering giling.

Tahun 2008 diperkirakan produksi beras menjadi 63 juta ton.

"Peningkatan dua tahun berturut-turut ini belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Dan mulai tahun ini tidak perlu impor lagi," ujar Anton Apriantono.

Menteri Pertanian menambahkan pihaknya sudah berupaya membuka lahan pertanian pangan baru di luar Jawa yang memiliki potensi seperti di Merauke, Pulau Buru, dan Pulau Seram.

"Bahkan sudah ada investor asing yang tertarik menanam modal di bidang pengadaan pangan," tambah Anton Apriantono.

Investasi asing

Saya tidak anti investasi asing. Khusus tanaman pangan harusnya masuk dalam daftar negatif investasi karena investor tidak akan tunduk pada ketentuan kita.

Rahmat Pambudi

Langkah mengundang investor asing ini dikritik oleh HKTI karena investasi dibidang pertanian tidak menjamin pengadaan pangan dalam negeri.

"Saya tidak anti investasi asing. Khusus tanaman pangan harusnya masuk dalam daftar negatif investasi karena investor tidak akan tunduk pada ketentuan kita," kata Rahmat Pambudi.

"Tidak mungkin berasnya untuk rakyat kita, pasti ada untuk kepentingan investor. Padahal lahan baku kita terbatas dan tidak ada alasan melepaskannya pada pihak asing.”

Namun, Himpunan Karya Tani Indonesia, HKTI, meragukan program ini bisa berhasil karena jumlah rakyat miskin di Indonesia mencapai lebih dari seperlima jumlah penduduk Indonesia.

"Ini semua harus dicukupi oleh pemerintah," ujar Rachmat Pambudi, Sekjen HKTI.

HKTI mengusulkan untuk menjamin ketahanan pangan di Indonesia maka setiap pemda harus menyediakan lahan.

"Harus ada peraturan dan pelaksanaannya dengan tegas, semua lahan beririgasi teknis dilarang di konversi," ujar Rahmat Pambudi.

Dan sejumlah pemerintah daerah mendukung program penambahan produksi pemerintah daerah, antara lain Sulawesi Selatan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang menjadi gudang beras Indonesia Timur, Agus Arifin Nu'man, mengatakan pihaknya mencanangkan peningkatan produksi hasil pertanian.

"Kami berencana meningkatkan surplus beras sulsel dari 1,1 juta ton, menjadi 2,2 jon tahun depan. Sementara peningkatan produksi jagung dari di bawah 1 juta ton per tahun selama ini menjadi 1,5 juta ton tahun depan," ujar Agus Arifin.

Agus Arifin Nu'man mengatakan untuk mencapai target itu ada perubahan pola populasi tanaman karena jumlah lahan pertanian yang berkurang.

"Jarak yang tadinya 25 diubah, ini hasil balai penelitian. Akhirnya produksi juga meningkat," ujar Agus Arifin Nu'man.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.