Komentar Anda

Terbaru  11 Oktober 2011 - 22:27 WIB
Serangan bom di Kuta, Bali 2002

Serangan bom di Kuta, Bali pada 2002 diikuti sejumlah serangan mematikan serupa di beberapa daerah

Tepat sembilan tahun lalu, 12 Oktober 2002, bom dahsyat mengguncang pulau wisata Bali yang menewaskan 202 orang dan melukai ratusan lainnya.

Lokasinya, di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta dan ada pula ledakan di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun tidak sedasyat dua bom di Kuta.

Korbannya wisatawan asing, wisatawan domestik, karyawan restoran, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian dari berbagai latar belakang agama dan kebangsaan.

Enam tahun kemudian tiga terpidana mati kasus bom Bali pertama Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra dieksekusi pada November 2008.

Sejak bom Bali pertama, serangkaian aksi berdarah mengisi lembaran sejarah Indonesia; bom Bali kedua, bom di Kedutaan Australia Jakarta, bom hotel JW Marriot dan seterusnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang penanganan terorisme di Indonesia?

Bagaimana upaya menangkal radikalisme yang efektif?

Atau Anda mempunyai saran tentang Laporan Khusus BBC Indonesia ini?

Komentar Anda

"Jakarta Post 20 agustus 2011 menyebut pesantren tidak dikontrol diknas dan perjuangan militansi pendidikan meniru perjuangan ponpes ala palestina, wajar saja santri diindoktrinasi membenci keyakinan yang berbeda, padahal keberagaman adalah kekayan untuk saling mengisi keindonesiaan yang indah dan damai versi UUD 45 dan Pancasila." Johannes Sihotang, Pandan Tapteng, Sibolga.

"Membantu dan mendukung penuh progam-program pemerintah yang sedang giat dilaksanakan, meningkatkan kehidupan pribadi dalam memahami hukum, meningkatkan 'kualitas' kegiatan beribadah bagi setiap ummat beragama, meningkatkan toleransi dengan terus mengupayakan pendidikan yang layak dan memadai bagi anak-anak (toleransi antar ummat sangat rapuh dan mudah disusupi pemahaman radikal bila tingkat pendidikan di Indonesia tidak kunjung membaik)." Aan Diana, Ciamis.

"Semua terpidana teroris harus di hukum mati (seperti juga bandar kakap Narkoba), tutup semua Ormas radikal yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45, tuntut para "kiai" yang provokatif radikal dan arogan "benar sendiri" dalam dakwahnya, sosialisasikan seluas-luasnya faham pluralisme (seperti dicontohkan alm. Gus Dur), hapus semua Perda yang bertentangan dengan Dasar Negara dan UUD 45 sekarang juga..Ingat NKRI negara hukum, bukan berdasar Agama." AG Paulus, Purwokerto.

"Apa itu radikalisasi? Radikalisasi tidak akan pernah muncul bila keadilan diberlakukan.Contoh kecil Palestina. Israel jelas-jelas adalah teroris tapi mengapa Amerika & Barat begitu ngotot membelanya. Genosida yang mereka lakukan tidak pernah dibahas secara jelas oleh media Barat." Cholies Achmad, komunitas BBC Indonesia di Facebook.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.