Peristiwa Sampang berdarah salah siapa?

Terbaru  31 Agustus 2012 - 17:07 WIB
syiah

Polisi dan tentara menjaga keamanan di Sampang

Sampang, Madura berdarah. Masyarakat warga Syiah di Sampang hari Minggu (26/08) diserbu warga lain. Rumah warga Syiah dibakar, beberapa tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Ini bukanlah kasus penyerangan pertama. Pada Desember 2011 lalu, pesantren dan rumah warga Syiah juga pernah dibakar oleh kelompok massa.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalahkan kerja aparat intelejen lokal yang menurutnya tidak optimal.

Sementara Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengakui bahwa pemerintah belum bisa menjamin keamanan warga Syiah sehingga tidak bisa sesegera mungkin mengembalikan mereka ke tempat tinggal semula.

Yang sudah dilakukan pemerintah adalah menangkap mereka yang dianggap pelaku dan dari ratusan yang melakukan serangan, pemerintah menetapkan satu tersangka.

Koordinator Advokasi Kasus Penyerangan di Sampang, Hertasning Ichlas, bereaksi dengan meminta pemerintah bertindak tegas terhadap para pelaku penyerangan dan melindungi hak warga korban untuk bisa kembali ke tempat tinggal mereka.

Apa pendapat anda terhadap peristiwa? Di tangan siapa kesalahan harus dibebankan? Bagaimana jalan keluar terbaik agar persitiwa semacam tidak terulang?

Tulis komentar Anda di kolom yang disediakan di bawah ini.

Sertakan nama dan asal kota Anda dan nomor telepon bila Anda bersedia dihubungi BBC.

BBC akan menghubungi bila komentar Anda terpilih untuk Anda bacakan sendiri.

Forum BBC Indonesia disiarkan setiap Kamis pukul 18:00 WIB dan dapat Anda simak melalui radio-radio mitra BBC di kota Anda.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.