Bila Anda menjadi Kapolri apakah akan mengizinkan konser Lady Gaga?

Terbaru  22 Mei 2012 - 16:50 WIB
Pendukung Lady Gaga di Solo

Penggemar Lady Gaga di Solo naik becak untuk menunjukkan dukungannya.

Pihak promotor konser Lady Gaga di Jakarta bertemu dengan pihak kepolisian untuk membicarakan kemungkinan pertunjukan di Jakarta menyusul penolakan Polri untuk memberikan izin.

Pihak kepolisian menolak memberikan izin setelah mendapatkan tekanan dari sejumlah kelompok keagamaan.

Lady Gaga mengadakan konser di Manila, Filipina, Senin (21/05) dan aparat setempat mengizinkan konser kedua hari Selasa (22/05) karena menyatakan pertunjukan penyanyi pop Amerika Serikat itu tidak melanggar hukum.

Kelompok Kristiani Filipina memprotes tur Lady Gaga, terutama merujuk pada lagu berjudul Judas yang dianggap mengkritik Yesus Kristus.

Sementara di Indonesia, sejumlah kelompok agama menyatakan Lady Gaga -terutama kostum dan penampilannya- tidak sesuai dengan norma dan tradisi.

Bali tawarkan diri

Kontroversi ini menyebabkan DPRD Bali menawarkan diri menjadi tuan rumah konser penyanyi lagu Born This Way ini dan menganggap sebagai peluang untuk mempromosikan Indonesia.

"Konser itu akan menjadi kebanggaan buat kita di Bali karena mendatangkan artis sekaliber Lady Gaga tidak mudah"

I Made Arjaya

Namun sejumlah kalangan di Indonesia juga mengkritik ketidakkonsistenan dalam kritikan terhadap penyanyi ini karena justru penyanyi lokal yang banyak berpenampilan sangat seronok dibiarkan oleh pihak kepolisian.

Bila Anda menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia, apakah Anda akan mengizinkan konser Lady Gaga di Jakarta? Apa alasan Anda?

Komentar Anda

Ahmad Arifin, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

"Kalau saya sebagai kepala polisi, saya tetap tidak akan memberikan izin untuk konser Lady Gaga. Karena memang kostum dan lagu tidak sesuai dengan adat Ketimuran. Jadi itu akan sangat berdampak buruk bagi perkembangan bangsa, terutama Indonesia yang mayoritas agamanya Islam. Jadi intinya tetap saya tidak mengizinkan."

Syamsuddin Beddu, Nunukan, Kalimantan Timur

"Seharusnya pemerintah Indonesia tidak melarang seni-seni yang masuk ke Indonesia, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila. Tidak ada alasan bagi Kapolri untuk tidak mengeluarkan izin. Lebih banyak lagi artis-artis Indonesia yang lebih porno dari Lady Gaga. Kasihan juga bagi mereka yang sudah membeli tiket."

Abraham, Pontianak, Kalimantan Barat

"Konser Lady Gaga sebaiknya dipindahkan saja ke Bali atau tempat lain di luar Pulau Jawa. Tapi jangan karena alasan Lady Gaga merusak moral, karena rusaknya moral bangsa bukan karena kedatangannya Lady Gaga. Moral bangsa ini rusak karena memang salah urus dari awal!"

Hadiyanto, Bumiayu, Jawa Tengah

"Saya dengan tegas akan menolak konser Lady Gaga karena banyak mendapat tentangan dari para tokoh agama maupun ormas. Hal ini saya lakukan untuk menghindari polemik, selain ia berpenampilan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Juga sebagai contoh agar para artis Indonesia berpenampilan sopan ketika konser."

Umiez Shinodamelalui Facebook

"Kalau menurut saya sebaiknya tidak usah. Soalnya aksi panggung, kostum, dan lirik lagunya tidak wajar. Itu bisa memicu keributan. Sebagai warga yang baik, sebaiknya ikuti saja apa keputusan pemerintah. Saya yakin mereka ingin yang terbaik. Memang kita ideologi terbuka, tapi jangan semuanya asal diterima."

Nida Usanah melalui Facebook

Akan saya izinkan. Musik kan punya ekspresi-ekspresi tersendiri saat menyampaikannya. Kalau konser ini dipandang dari segi moral , lihat saja masyarakat Indonesia sendiri. Itu kalau semua pihak menyetujui. Kalau dari pihak-pihak tertentu tidak mengizinkan, buat apa diselenggarakan."

Sara Sujana melalui Facebook

"Sudah jelas toh. Agama apapun, pasti melarang tontonan yang tidak senonoh, yang dapat merusak ahlak bangsa. Apa sih bagusnya Lady Gaga? Memangnya tidak ada penyanyi lain? Orang Indonesia jangan asal terima dong."

Stefanie Lestari melalui Facebook

"Izinkan saja, soalnya menurut saya di sini masih banyak artis yg tampilannya tak senonoh, malah menjurus porno. Toh selama ini yang saya tahu, Lady Gaga tidak pernah tanpa busana ketika di panggung. Soal alasan habis nonton Lady Gaga bisa ikut aliran sesat atau pemuja setan, itu bodoh. Setiap orang yang terpelajar punya filter moral yang bisa memfilter mana baik dan tidak. Supaya tidak melihat konsernya akan memicu keributan, kasih saja batasan umur 18+ seperti di Seoul kemarin."

Hikari melalui Facebook

"Sebagai orang awam, saya heran dengan para pejabat tinggi di negeri ini yang ikut-ikutan heboh. Sebenarnya yang nonton konser Lady Gaga kan cuma orang-orang yang berduit. Dan mereka yang mengaku Muslim, pasti tahu hukumnya nonton konser. Kenapa artis-artis seronok di Indonesia tak pernah dipermasalahkan. Padahal kan itu hampir tiap hari tayang di televisi dan ditonton semua umur. Aneh."

Raf Malaniez melalui Facebook

"Lebih banyak musisi Indonesia yang lebih vulgar dibandingkan Lady Gaga. Belum lagi penyanyi-penyanyi kampungan yang berdandan dengan busana minim, yang video-videonya banyak dijual secara bebas. Kalau cara berpakaian yang dipermasalahkan, itu kan bisa diganti dengan yang agak sopan. Tapi kalau dibilang Lady Gaga pemuja setan, itu alasan yang dibuat-buat. Apa sih pengaruh Konser Lady Gaga terhadap moral bangsa? Tidak ada."

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.