BBC navigation

Penembakan TKI di luar negeri

Terbaru  1 Mei 2012 - 16:33 WIB
Anis Hidayah

Pegiat mengatakan polisi terlalu mudah menembak TKI.

Penembakan tiga TKI di Malaysia kembali memunculkan keprihatinan terhadap hak-hak dan perlindungan bagi para pekerja migran.

Data yang dikumpulkan para aktivis HAM dan pekerja migran menyebutkan penembakan serupa terjadi pada 2005, 2009, dan 2010.

Dari 279 orang yang tewas dalam sepuluh tahun terakhir, 113 di antaranya warga negara Indonesia, kata para pegiat.

Polisi Malaysia mengatakan mereka ditembak karena melawan petugas setelah tertangkap tangan melakukan tindak kriminal.

Direktur Migrant Care, Anis Hidayah, mengatakan polisi Malaysia terlalu mudah menembak TKI yang diduga melakukan tindak kejahatan.

Kementerian Luar Negeri di Jakarta mengatakan pemerintah Indonesia sudah mendesak agar Malaysia melakukan investigasi atas kasus penembakan TKI di Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Tatang Razak, mengatakan kasus penembakan TKI pada 2010 akan disidang bulan ini.

Apakah Anda setuju dengan penilaian bahwa polisi terlalu mudah menembak TKI yang diduga melakukan kejahatan?

Apakah upaya yang ditempuh pemerintah sudah memadai?

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang?

Tulis komentar Anda di kolom di bawah ini.

Bila Anda bersedia dihubungi BBC agar komentar Anda direkam, tulis nomor telepon yang bisa dihubungi.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 77 86 20 00 50, dengan tarif yang ditetapkan operator telepon seluler Anda.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.