BBC navigation

Keselamatan tenaga kerja migran

Terbaru  24 April 2012 - 19:05 WIB
Pekerja migran

Banyak pekerja migran asal Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur.

Sejumlah kecelakaan dan peristiwa tragis menimpa tenaga kerja Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Singapura dan Malaysia.

Selama tahun ini, paling tidak ada tujuh pembantu rumah tangga asal Indonesia yang meninggal karena jatuh dari lantai atas tempat apartemen mereka bekerja pada saat membersihkan jendela atau menjemur pakaian.

Langkah ini memicu Menteri Pembangunan Komunitas, Pemuda dan Olahraga Singapura, Halimah Yacob, untuk menyerukan agar tidak meminta pembantu rumah tangga mereka membersihkan jendela bagian luar di apartemen yang terletak di lantai atas.

Pembantu rumah tanga yang bekerja di Singapura, termasuk dari Indonesia saat ini juga diwajibkan mengikuti pelatihan dan penyesuaian, yang akan dimulai pada tanggal 1 Mei mendatang. Dalam pelatihan ini, pembantu rumah tangga juga akan diberikan alat khusus untuk membersihkan jendela bagian luar.

Dalam peristiwa tragis lain di Malaysia, Migrant Care, organisasi yang memberikan pendampingan terhadap tenaga kerja migran Indonesia melaporkan dugaan kematian tidak wajar terhadap tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah Malaysia menyebutkan ketiganya tewas karena luka tembak yang dilepaskan pihak keamanan setelah sempat dicurigai akan melakukan tindak kejahatan.

Tetapi pihak keluarga tidak percaya dan menilai kondisi jahitan pada jenazah korban dianggap tidak wajar.

Pemerintah Indonesia, menurut Direktur Perlindungan WNI, Kementrian Luar Negeri, Tatang Razak, akan menunjuk pengacara dan menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit di Malaysia untuk mencari tahu secara pasti penyebab kematian ketiganya.

Peristiwa di Malaysia dan Singapura memang tidak terkait namun mengangkat masih perlunya ditingkatkannya perhatian dan perlindungan terhadap TKI di luar negeri.

Apa lagi yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah di negara tujuan pengerahan TKI untuk meningkatkan keselamatan para tenaga kerja migran?

Tulis komentar anda di kolom di bawah ini. Bila anda bersedia dihubungi BBC agar komentar anda direkam, tulis nomor telpon yang dapat dihubungi.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 77 86 20 00 50, dengan tarif yang ditetapkan operator telepon seluler Anda.

Ragam pendapat

Ikwan Handoko, Brunei Darusalam
"Yang sangat perlu diperhatikan pemerintah adalah jalur keluar masuk TKI di perbatasan Kucing-Pontianak yang menjadi korban pemerasan preman-preman saat mau keluar masuk Indonesia."

Akhmad Syarifudin, Kebumen
"Hal yang seharusnya tidak terulang kembali, hal ini membuat saya takut untuk menjadi TKI. Semoga masalah bisa segera selesai dan dipublikasikan kepada dunia siapa yang salah dan yang benar."

Abby, Hong Kong
"Saya sebagai TKW merasa takut. Saya mendoakan semoga amal ibadah tiga TKI diterima disisiNya. Kami minta ketegasan dan training yang benar."

Bonefasius Jehandut, Tangerang
"Mungkin telah banyak upaya pemerintah Indonesia untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Namun toh masih terjadi tindak kekerasan yang berujung pada kematian yang menimpa mereka. Apa yang telah duupayakan itu perlu ditingkatkan lagi. Saya usulkan agar pihak KBRI di negara tujuan harus mempunyai data yang lengkap untuk setiap tenaga kerja Indonesia. Pihak negara tujuan pun seharusnya mempunyai data yang sama sehingga kalau terjadi sesuatu maka gampang untuk saling koordinasi."

AG Paulus, Purwokerto
"Konvensi Internasional tahun 1990 tentang Perlindungan hak-hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang telah diratifikasi DPR 24 April 2012 lalu perlu juga diikuti dengan revisi komprehensif UU No. 39 th 2004 mengenai Penempatan dan Perlindungan TKI sehingga implementasi Ratifikasi tersebut benar-benar menjamin HAM TKI kita, berangkat sehat, pulang juga utuh."

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.