BBM bersubsidi, naik atau dibatasi?

Terbaru  26 Januari 2012 - 21:24 WIB
Stasiun pompa bensin

Apakah anda setuju harga BBM bersubsidi dinaikkan atau penggunaannya yang dibatasi?

Pemerintah Indonesia masih menimbang berbagai opsi terkait BBM bersubsidi karena sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pada sisi lain data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan 77% subsidi justru dinikmati masyarakat kelas menengah.

"Tahun 2011, subsidi BBM yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp250 triliun namun sebagian besar subsidi tidak mencapai sasaran," kata Menteri ESDM Jero Wacik dalam jumpa pers, Kamis (26/1).

Salah satu pilihan yang sempat dikaji adalah peralihan ke bahan bakar gas (BBG) namun hal tersebut membutuhkan waktu yang panjang dan pembangunan prasarana yang besar.

"Dinaikan harga BBM bersubsidi atau dibatasi, bukan di sini permasalahannya. Ini juga bukan opsi dan solusi terbaik bagi rakyat umum. Dicabutpun subsidi BBM atas nama ekonomi sekalipun maka siapa yang jamin dana subsidi tidak bocor!"

Rakean Agung

Bagaimanapun Jero menyatakan pemerintah tidak akan langsung mengikuti jajak pendapat yang dilakukan sejumlah media yang menunjukkan sebagian besar responden cenderung mendukung kenaikan harga BBM secara bertahap.

Dalam perkembangan terpisah, Wakil Ketua Komisi VII Effendi Simbolon menegaskan penolakannya atas kenaikan harga BBM bersubsidi.

Dia mendesak agar pemerintah mematangkan persiapan untuk membatasi penjualan BBM bersubsidi, yang rencananya akan diterapkan mulai 1 April 2012.

"Selain meminta pemerintah mengelola BBM bersubsidi, pemerintah harus membangun sarana transportasi massal yang dapat menghemat penggunaan BBM, tapi kan itu tidak dilakukan dan malah menyalahkan mobil plat hitam yang menggunakan BBM subsidi," tambah Effendi.

Dengan mekanisme pembatasan subsidi BBM, mobil pribadi dengan plat hitam diharuskan menggunakan BBM jenis pertamax yang tidak disubsidi.

Tapi bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda setuju harga BBM dinaikkan seara bertahap untuk semua pemakai tanpa pandang bulu atau harganya tetap tapi penggunaannya dibatasi?

Ada yang menghawatirkan jika mekanisme pembatasan BBM bersubsidi tidak berjalan tertib, maka ada risiko akan jatuh kembali kepada para pemakai mobil pribadi.

Namun pada sisi lain, kenaikan harga BBM secara umum, seperti biasa, akan mendorong kenaikan barang-barang kebutuhan pokok.

Seandainya Anda ikut dalam pengambilan keputusan, apa pendapat Anda?

Kami tunggu dan jangan lupa sertakan alasan yang digunakan untuk mendukun pendapat tersebut.

Ragam pendapat

"Yang benar itu adalah pemakaian sepeda motor dan mobil haruslah dibatasi, bukan harga BBM yang dinaikkan atau dicabut subsidinya. Kembali ke mass transportation vehicle dan kembali bersepeda karena lebih banyak manfaat yang didapat." Aby Ibipurwo, Jember.

"Jawaban sudah diketahui 'naik' kenapa kura-kura dalam perahu? Dan mengapa harus berdebat dan silat lidah?" Edy Sutrisno, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Naiknya BBM memang tak seberapa. Yang bikin susah adalah efeknya. Harga sembako akan naik, biaya transportasi juga, kemudian gaji-gaji PNS/pejabat minta dinaikkan. Terus para buruh swasta bagaimana? "

M. Mathori Munawar

"Kalau opsinya hanya dibatasi dan dinaikkan, lebih baik dinaikkan menimbang kekuatan finansial negara dalam melakukan subsidi dan efek panjang kehidupan negara. Namun jika ada opsi konversi ke gas maka aku memilih konversi ke gas walaupun harus disertai kesiapan infrastruktur dan komitmen negara. Efek baiknya adalah melepas ketergantungan pada BBM dan juga cadangang gas negara kita yang baik." Teguh Aribowo, Jakarta.

"Bodoh sekali kalau kita mengikuti opsi dari anggota DPR itu. Dia tak tahu kondisi rakyat. 'Go' pemerintah." Hery.

"Dinaikan harga BBM bersubsidi atau dibatasi, bukan di sini permasalahannya. Ini juga bukan opsi dan solusi terbaik bagi rakyat umum. Dicabutpun subsidi BBM atas nama ekonomi sekalipun maka siapa yang jamin dana subsidi tidak bocor! Bagaimanapun subsidi dibutuhkan rakyat. Apakah rakyat sudah sejahtera sehingga tidak butuh subsidi. Kenaikan berdampak inflasi, dan sembako khususnya pasti naik." Rakean Agung, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"BBM dinaikan ataupun dikurangi sama saja, rakyat kecil yang kena dampaknya. Lebih baik pemerintah membatasi pemakaian sepeda motor dan mobil pribadi serta menyediakan transportasi yang murah dan nyaman." Paryono, Bogor.

"Naiknya BBM memang tak seberapa. Yang bikin susah adalah efeknya. Harga sembako akan naik, biaya transportasi juga, kemudian gaji-gaji PNS/pejabat minta dinaikkan. Terus para buruh swasta bagaimana?" M. Mathori Munawar, Pekalongan.

"Berapa kali pertimbangan kenaikan BBM, berapa kali masyarakat merasakan kenaikan harga sembako akibat menunda terlalu lama menetapkan keputusan. Jika pemerintah cepat menetapkan keputusan menaikan harga BBM tanpa subsidi, maka kemecetan lalu lintas akan berkurang, udara terasa bersih dengan beralih ke BBG. Subsidi mencapai Rp 250 triliun bisa dipakai untuk membangun jembatan Jawa-Sumatra dan Jawa-Bali serta meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan mengirim pelajar ke luar negeri." Wahjoe Nganjuk.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.