Perombakan kabinet, ada gunanya?

Terbaru  6 Oktober 2011 - 16:28 WIB
Presiden SBY

Presiden menegaskan perombakan kabinet bukan sekedar bongkar pasang menteri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan akan merombak kabinet sebelum tanggal 20 Oktober, genap dua tahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu masa jabatan kedua.

Mulai hari ini (6/20) Presiden SBY mulai berkantor di kediaman pribadinya di Cikeas untuk mempersiapkan perombakan kabinet. Penggodokan ini dilakukan presiden bersama Wakil Presiden Boediono hingga pertengahan pekan depan.

Staf khusus Presiden bidang komunikasi politik Daniel Saparingga mengatakan presiden dan wakilnya telah mengantongi nama-nama calon menteri yang dinilai memiliki reputasi dan keliber yang mengesankan.

"Presiden dan Wapres bicara secara maraton dan intensif dalam ruang tertutup akan membahas hal ini," kata Daniel.

Sebelumnya presiden menegaskan perombakan kabinet dilakukan bukan atas tekanan dan bukan sekedar bongkar pasang menteri tetapi ada alasan yang tepat.

"Prinsip right man dan right place, beberapa menteri mungkin sudah cukup dan diperlukan pejabat baru sesuai tantangan tiga tahun mendatang," kata presiden pada pembukaan Munas Tarbiyah di Jambi, Kamis (22/9).

Komentar Anda

Bagaimana pendapat Anda tentang rencana perombakan kabinet?

Apakah perombakan ini akan berdampak bagi peningkatan kinerja pemerintah? Atau perombakan sekedar bongkar pasang karena presiden harus mengakomodasi sejumlah partai politik?

Bagaimana saran Anda untuk membuat kerja Kabinet Indonesia Bersatu lebih efektif?

Sampaikan saran Anda pada kolom yang tersedia. Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telpon seluler Anda.

Jangan lupa sertakan nama dan nomer telepon sehingga kami bisa menghubungi Anda untuk merekam komentar.

Komentar yang terpilih kami siarkan di radio dalam acara Forum BBC Indonesia, Kamis (13/10).

Ragam pendapat

"Menurut saya perombakan kabinet/ reshuffe sama sama saja tidak akan membuat perubahan yang menjanjikan. Pemerintah selalu melakukan perombakan tiap kali kalau ada aparat menterinya yang bermasalah . Agar reshuffle lebih efektif presiden harus selektif memilih orang yang benar benar ahli dan sesuai dengan yang akan diduduki dengan posisinya nanti." Danis, Sumedang.

"Jelas bongkar pasang, SBY menyelamatkan kader Partai Demokrat yang diduga terlibat korupsi, mengalihkan perhatian publik atas kuatnya kolusi korupsi dan nepotisme SBY di Indonesia. Rakyat sudah bosan, tidak percaya lagi kepada SBY namun belum tepat pergerakan secara menyeluruh untuk memperbaiki jalannya pemerintahan Indonesia yang baru dengan aturan main yang jelas, cocok serta benar-benar melaksanakan sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945." Sejahtera Girsang, Medan.

"Tidak ada gunanya karena hanya bongkar pasang saja, hanya mengakomodir kepentingan partai-partai koalisi, yang akan melenggengkan korupsi berjamaah yang akan semakin menggerogoti uang negara. Akar masalahnya terletak pada sistim yang dipakai yaitu kapitalisme dan rezim yang tidak amanah." Anang Rohana, Tangerang.

"Menurut saya perombakan kabinet selama kepemimpinan SBY terlalu sering. Ini sekaligus menunjukkan kabinet yang ada atau jajaran eksekutif saat ini tidak solid dan tidak kredibel. Saya menilai pengisian jabatan menteri biar bagaimanapun lebih didasari oleh kepentingan politik ketimbang pertimbangan kemampuan yang bersangkutan. Kabinet "multipartai" saat ini, adalah kabinet yang sarat kepentingan, baik kepentingan parpol atau pribadi. Sistem perekrutan menteri harus ditinjau kembali. Dedy Rahmat, Bandung.

"Reshuffle itu harus ! Kinerja kabinet masih jauh dari harapan, tidak menggambarkan teamwork yang sinergis yang bisa berdampak positif terhadap kesejahteraan rakyat. Parpol seharusnya malu & tahu diri manakala ada representasi parpolnya diganti SBY, bukannya malah mencerca keputusan SBY. Ada menteri yang sakit-sakitan saja, ada yang digugat cerai istrinya, ada yang diam saja terkait kasus kebebasan beribadah agama lain diusik." Bambang, Pekalongan.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.