BBC navigation

Veto AS vs dukungan terhadap Palestina

Terbaru  22 September 2011 - 23:02 WIB
Mahmoud Abbas dan Barack Obama

Pernyataan Barack Obama bahwa Amerika akan memveto Palestina memicu demontrasi

Palestina secara resmi akan mengajukan diri sebagai anggota tetap PBB di New York, Jumat (23/9) namun Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menegaskan bahwa Amerika akan menggunakan hak vetonya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Langkah Palestina ini ditempuh setelah perundingan damai dengan Israel antara lain mengenai sengketa wilayah tidak pernah membuahkan hasil. Palestina melihat keanggotaan tetap PBB akan memperkuat posisinya dalam berbagai perundingan sebagai negara berdaulat.

Namun dengan ancaman veto Amerika di Dewan Keamanan PBB, langkah Palestina ini tidak akan mulus dan kemungkinan terpaksa menempuh opsi sebagai negara peninjau di PBB.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai anggota tetap, Palestina harus didukung sedikitnya sembilan anggota tidak tetap Dewan Keamanan dan tidak mendapat veto dari anggota tetap.

Dan Israel sontak menawarkan perundingan lagi dengan Palestina begitu Presiden Palestina menyatakan akan mengajukan keanggotaan PBB. Akan tetapi, seperti yang telah ditegaskan Palestina sebelumnya, perundingan tidak bisa dilanjutkan selama Israel terus mengembangkan pemukiman di wilayah Palestinya yang didudukinya.

Indonesia, kata Menteri Luar Negeri, aktif menggalang dukungan di antara negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam, OKI dan Gerakan Non-Blok, GNB.

Komentar Anda

Bagaimana pendapat Anda tentang upaya Palestina menjadi anggota tetap PBB?

Perlukah langkah tersebut dilakukan pada tahap ini ketika perundingan damai dengan Israel menemui jalan buntu?

Apa yang bisa dilakukan untuk mengimbangi veto di Dewan Keamanan PBB terkait upaya Palestina menjadi anggota?

Tulis komentar Anda di kolom yang tersedia, jangan lupa sertakan nama, nomor telepon dan asal kota Anda.

Komentar juga bisa ditulis melalui email ke indonesian@bbc.co.uk

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telpon seluler Anda.

"Adalah suatu hal yang wajar jika Palestina menempuh jalur PBB secara sepihak, sebab tidak mungkin Palestina dapat memenangkan perundingan dengan Israel yang dimediasi oleh AS. Dalam pidato Presiden Obama di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, terlihat jelas bahwa kebijakan luar negeri AS akan masih tetap sama yakni melindungi kepentingan sekutunya di Timur Tengah."

Bagus Cayo Mastriza

Komentar yang terpilih kami siarkan di radio dalam acara Forum BBC Indonesia, Kamis (29/9) pukul 18.15 WIB.

Ragam Komentar

"Adalah suatu hal yang wajar jika Palestina menempuh jalur PBB secara sepihak, sebab tidak mungkin Palestina dapat memenangkan perundingan dengan Israel yang dimediasi oleh AS. Dalam pidato Presiden Obama di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, terlihat jelas bahwa kebijakan luar negeri AS akan masih tetap sama yakni melindungi kepentingan sekutunya di Timur Tengah. Perundingan Palestina-Israel seakan tak mungkin terjadi jika melihat sikap Israel yang terkesan tidak memiliki itikad win-win solution." Bagus Cayo Mastriza, Jakarta.

"Hak Palestina untuk mendeka setelah berbagai perundingan tidak berjalan dan kemajuan besar akan tercapai setelah kedua negara berada dalam posisi yang sama sebagai negara. Sangat disayangkan sekali, ketika sebuah negara yang berpengaruh di PBB dan penggerak HAM dan demokrasi dengan terbuka menentang kebebasan dan membiarkan pelanggaran HAM." Eman, Bogor.

"Amerika Serikat akan menggunakan hak veto untuk menjegal Palestina yang ingin menjadi anggota tetap DK PBB. Penjegalan ini semakin membantu kita dalam memahami watak AS yang sangat memanjakan Israel. Pertama, AS sangat all out dalam melindungi anak emas dan sekutunya di Timur Tengah, Israel. Kedua, AS ternyata melanggengkan penjajahan di atas dunia ini, karena Israel adalah penjajah yang menduduki tanah air Palestina. Ketiga, Betapa kasarnya AS menerapkan standar ganda untuk politik luar negerinya." Yusron, Kediri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.