Nazaruddin telah ditangkap, bagaimana dengan Nunun?

Terbaru  9 Agustus 2011 - 22:44 WIB
Nazaruddin

Nazaruddin diduga tengah berupaya melanjutkan pelarian ke Venezuela saat ditangkap

Buron Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, Nazaruddin, mantan bendahara partai Demokrat, saat ini berada di Kolombia setelah ditangkap hari Minggu (07/08).

KPK mengatakan akan memusatkan pada penyelidikan dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games.

Selain kasus itu, KPK juga akan menindaklanjuti keterangan Nazarudin yang menyinggung nama pejabat dan politisi yang disebut terlibat dalam kasus itu.

Badan pemantau korupsi, ICW berharap KPK dapat menggunakan keterangan Nazaruddin untuk membongkar keterlibatan berbagai pihak termasuk pejabat dan politisi dalam kasus itu.

"Ini bisa menjadi momentum untuk membongkar korupsi politik. Bagaimana aliran uang yang masuk ke partai atau yang masuk ke elit partai, ini yang perlu dibongkar," kata Ade Irawan dari ICW.

Namun selain Nazaruddin, masih ada buron KPK lain yang masih belum ditemukan; Nunun Nurbaeti.

Nunun dicari untuk diperiksa terkait dugaan suap dalam pemilihan gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.

Sejauh ini KPK masih gagal mencari jejak Nunun yang sempat dikabarkan berada di Thailand dan Singapura.

Apakah KPK perlu meningkatkan upaya untuk terus mencari Nunun?

Bagaimana dengan kasus Nazaruddin, apakah perlu dipusatkan pada dugaan keterlibatan pihak lain dalam kosus korupsi yang disangkakan kepadanya?

Tulis komentar anda di kolom samping, jangan lupa nama serta asal kota anda.

Pendapat juga kami tunggu melalui nomor telpon bebas pulsa 0800-140-1228 yang kami buka Senin sampai Jumat pukul 16:00-20:00 WIB.

Anda juga dapat menulis komentar melalui SMS dengan nomor +44 7786 20 00 50, dengan tarif sesuai yang ditetapkan operator telpon seluler anda.

Ragam pendapat

"Kalau KPK mau bekerja dengan sungguh sungguh, menurut saya tidak sulit untuk melacak tempat persembunyiaan Nunun Nurbaiti. Yang menjadi masalah adalah suami Nunun Nurbaiti adalah seorang pensiunan Wakapolri, hal inilah yang membuat pihak KPK khususnya yang berasal dari unsur kepolisian segan untuk menggeledah rumah serta menyadap sarana komunikasi milik Nunun Nurbaiti." Aristides Mota, Bogor.

"Paling pengejaran Nunun santai-santai saja, sebab Nunun kan tidak bernyanyi. Tapi kalau Nazaruddin bernyanyi, jadi bikin gerah SBY." Deka Cavallica, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

Forum Anda

Forum Anda menampung berbagai pendapat anda tentang tema mingguan di BBC Indonesia.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

"Gencarnya usaha penangkapan terhadap Nazarudin karena 'RI 1' memberi instruksi secara langsung kepada lembaga penegak hukum. 'RI 1' sudah panas telinganya dengan pernyataan-pernyataan Nazarudin di media. Kalau Nunun yang pasti nunggu instruksi juga dari 'RI 1' baru giat." Irfan S Goeltom,Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Bohong besar kalau Nunun tidak bisa atau susah ditangkap. Kalau semua unsur terkait bergerak dan bekerja sama, pasti masalah ini sudah lama selesai. Yang patut dipertanyakan kan adalah niat dan komitmen pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi." Arief Ladosa Anando-Lacky, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Harapan perlu kita tanamkan kepada KPK dan kepolisian yang berupaya menangkap para koruptor yang lari maupun yang berada di luar negeri sehingga kasus itu bisa terungkap dengan jelas,. Tapi saya sendiri ada rasa pesimistis karena kasus-kasus besar yang dahulu terjadi itu tidak bisa diungkap karena ada lingkaran diantara para penegak hukum yang juga terjerat korupsi." Anang Rohana, Tangerang.

"Sebagai WNI saya sangat mendukung pemberantasan korupsi yang sudah menjadi merajalela bahkan sudah hampir dijadikan sebuah budaya oleh para penabat dan para elit politik di negara ini. Yang jelas dengan terungkapnya kasus korupsi yang menyangkut Nazarudin, harapan saya adalah pihak KPK dan lembaga hukum indonesia harus memberi unsur jera kepada koruptor. Jangan hanya dijadikan sebuah isu belaka tanpa ada sanksi. Tegakkan hukum dengan seadil-adilnya." Agsa, Bogor.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.