BBC navigation

Moratorium TKI, perlindungan dan pengangguran

Terbaru  23 Juni 2011 - 23:45 WIB
TKI di penampungan

Para TKI mendapatkan pelatihan di penampungan sebelum diberangkatkan

Pemerintah Indonesia akan menghentikan sementara penempatan Tenaga Kerja Indonesia, TKI, ke Arab Saudi, menyusul dipancungnya Ruyati akhir pekan lalu, tanpa pemberitahuan resmi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sejumlah langkah lain selain moratorium yang akan diambil pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap TKI adalah membentuk atase hukum dan HAM di kedutaan Indonesia di luar negeri.

Presiden juga berjanji akan membentuk satuan tugas khusus untuk menangani dan membela WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam pertemuan dengan DPR Senin (20/06) menyatakan sepanjang periode 2009-2011 sebanyak 303 WNI terancam hukuman mati.

"Ruyati hanya satu dari sekian banyak kasus yang dihadapi warga negara kita yang berada di luar negeri," kata Marty.

Tak bisa diberangkatkan

Namun dengan moratorium ini, belasan ribu TKI yang akan berangkat ke Arab Saudi kemungkinan besar harus dipulangkan, menurut ketua Himpunan Pengusaha Jasa Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Yunus Mohamad Yamani.

"Mereka akan pulang rumah masing-masing. Kalau kita tahan di sini tidak ngerti batasnya, kan lebih rugi lagi kita," kata Yunus yang memimpin 320 PJTKI.

Saat ini berbagai perusahaan sudah mulai menolak TKI yang menginginkan pergi ke Arab Saudi.

Di satu sisi Indonesia perlu meningkatkan perlindungan TKI, namun di sisi lain masalah untuk menyediakan lapangan kerja.

Bagaimana menyeimbangkan antara perlindungan TKI dan kebutuhan lapanga kerja?

Tulis komentar anda di kolom yang disediakan. Jangan lupa nama serta asal kota anda.

Komentar juga dapat anda kirim melalui nomor telpon bebas pulsa 0800-140-1228 yang kami buka Senin sampai Jumat pukul 16.00 sampai 20.00 Waktu Indonesia Barat.

Anda juga dapat mengirim komentar lewat SMS, +44 7786 20 00 50 dengan tarif sesuai yang dikenakan operator telepon seluler Anda.

Komentar Anda

"Sangat disayangkan jika moratorium TKI hanya untuk menyenangkan rakyat Indonesia untuk sesaat. Pertanyaannya adalah berapa lama pemerintah mampu melaksanakan moratorium TKI? Efektifkah? Dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi, rasanya pemerintah Saudi akan menanggapi moratorium TKI secara dingin. Yang harus dilakukan pemerintah adalah tingkatkan mutu pelatihan sehingga TKI melek hukum, baik hukum yang berlaku di negara dimana mereka berkerja dan hukum Internasional," Basuni, Jakarta.

"Aduh, lagi-lagi berjatuhan korban. Ini siapa yang salah? Bahkan saudara saya sendiri saja pernah menjadi korban. Meninggal di Malaysia tanpa keterangan yang jelas sebagai TKW. Mestinya pemerintah terus bersuaha dan berupaya semaksimal dan seoptimal mungkin melindungi TKI dibarengi dengan penyediaan lapangan kerja yang luas dengan memanfaatkan potensi yang ada di Indonesia. Jadi tidak perlu lagi mereka berjuang mati-matian ke Arab untuk mengadu nasib," Eva, Semarang.

"Moratorium TKI? Antara betul dan salah. Betuk untuk melindungi TKI dari hukuman karena kebanyakan TKI berpendidikan rendah sehingga mereka tidak tahu hukum dan perlindungan atas hak-haknya. Tetapi mereka juga butuh pekerjaan dan kehidupan ekonomi yang layak. Di Indonesia tidak ada pekerjaan dan bila ada gajinya rendah. Moratorium merupakan langkah yang salah karena pemerintah RI tak mampu membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah tak bisa menjamin kelansungan ekonomi dan hidup mereka. Seharusnya TKI hanya untuk tenaga terampil dan kejuruan," M Iqbal Yusuf, Klaten

"Sebenarnya bukan hanya pembelaan terhadap kasus hukuman mati, tetapi penyiksaan terhadap TKI sudah sangat sering terjadi," Ikhsan Prajarani, Palembang.

"Sebetulnya bukan moratorium sebagai penyelesaian TKI, yang jadi masalah utama adalah sistem ketenagakerjaan yang perlu diperbaiki, mulai dari prekrutan, penempatan sampai pemulangan. TKI yang akan dikirim keluar negeri harus selektif dan mempunyai kompetensi di bidang pekerjaannya. Pelaksanaan moratorium secara luas akan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia. Tepatnya moratorium hanya untuk pembantu rumah tangga saja," Endang Shobirin, Bandung.

"Menurut saya mah mendingan jangan salurkan TKI ke Arab Saudi, karena menyengsarakan rakyat Indonesia saja. Seperti tetangga Malaysia hukum cambuk tidak bisa lepas dari jeratan kita yang berada di Indonesia," Sony Rusdiyan, Serang, Banten.

"Sebaiknya meminimalisir TKI, namun perbanyak pemagangan seperti pemagangan ke Jepang. Mereka dapat praktek atau berlatih bekerja menyerap IPTEK Jepang yang kemudian dimanfaatkan untuk memajukan Indonesia," I Gd Agus Dwi Candra, Negara, Bali.

"Untuk menekan angka pengangguran pemerintah harus membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dan menekan angka korupsi," Havif Abdurrahman Komunitas Facebook, BBC Indonesia.

"Urusan dalam negri sudah terlalu banyak dan rumit, khususnya birokrasi yang korup. Jadi apapun yang dilakukan saya sangat pesimis," Kariyadi Abie, Komunitas Facebook, BBC Indonesia.

"Pemerintah pernah adakan sensus tahun 2010 tapi itu akan jadi tak berguna ketika data pengangguran tak dipakai untuk memacu pembukaan lapangan kerja baru seluas mungkin di daerah-daerah. Sementara sektor pertanian, perkebunan dan kelautan masih sangat potensial digarap asalkan pemerintah punya kemauan dan program jelas mendata para pencari kerja dan menyalurkan ke proyek-proyek di daerah Indonesia tengah dan timur," Nugroho Santoso, Komunitas Facebook, BBC Indonesia.

"Marilah belajar dari negara lain seperti Amerika dan Israel yang Siap tempur untuk melindungi warga negaranya. Kasus Ruyati dan kasus kasus TKI sebelumnya yang pulang hanya nama membuktikan bahwa lemahnya perlindungan negara terhadap warga negara. Tidak tersedianya lapangan kerja ditambah gaji kurang membuat banyak warga negara rela meninggalkan negri yang kaya dan subur ini," Yosef Tanauma, Ratahan, Manado.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.