BBC navigation

Tewasnya Osama dan terorisme di Indonesia

Terbaru  2 Mei 2011 - 15:46 WIB
Bom di hotel Marriott Jakarta

Pemboman di hotel Marriott, Jakarta tahun 2009.

Dunia bereaksi atas tewasnya Osama Bin Laden di Abbottabad, dalam apa yang disebut presiden Obama tim kecil Amerika yang bekerjasama dengan pemerintah Pakistan.

Pakistan menyebut tewasnya Bin Laden sebagai kemunduran besar dan organisasi teroris di seluruh dunia.

Inggris juga menyambut berita yang disebut langkah besar ke depan, namun PM David Cameron memperingatkan tewasnya Osama tidak mendandai berakhirnya ekstrimisme dunia.

Tetapi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyaah Mbai mengatakan tewasnya Osama tidak "serta-merta mengurangi aksi teror di Indonesia" karena sudah ada pergeseran ideologis yang menjadi latar belakang aksi teror akhir-akhir ini.

Mbai mengatakan pergeseran ideologi ini sudah terlibat dari sasaran serangan awal tahun 2000 terkait simbol Barat, terutama Amerika Serikat.

Said Agil Siradj, ketua umum PBNU mengatakan tewasnya Osama bin Laden akan membantu memulihkan citra Islam yang sering dikaitkan dengan kekerasan dan radikalisme.

"Namun terorisme tidak akan berhenti dengan kematiannya. Sepanjang masih ada tekanan dan ketidakadilan terhadap Muslim di Palestina, aksi akan berlanjut," kata Said kepada kantor berita Associated Press.

Apa komentar anda? Mengapa aksi teror di Indonesia kemungkinan masih belum berhenti? Mengapa masih ada orang yang dapat direkrut oleh jaringan teror?

Tulis komentar anda di kolom yang disediakan, jangan lupa, nama serta asal kota anda.

Anda juga dapat mengirim komentar melalui nomor telpon bebas pulsa BBC Indonesia 0800-140-1228 yang kami buka dari Senin sampai Jumat, pukul 16:00 sampai 20:00 WIB.

Bagi anggota Komunitas BBC Indonesia di Facebook, kami juta menunggu komentar anda di sana.

Forum BBC Indonesia ini bisa juga anda dengar dalam siaran setiap Kamis Pukul 18.00 WIB.

Komentar anda

"Selama terorisme dihubungkan dengan Agama dan kepercayaan, selama pola pikir rakyat Indonesia terbatas dengan fanatisme negative dalam agama dan kepercayaan, dalam arti merasa agama atau kepercayaan sendiri paling baik, teror di indonesia tidak akan berhenti," Anto, Jakarta.

"Osama yang lain akan muncul...dunia tidak akan pernah lebih damai dari yang lalu," Kornel, Medan.

"Tewasnya Osama bin Laden paling tidak membuat organisasi al Qaeda menjadi kocar kacir, dan mereka harus merubah system kerja yang ada serta mencari figur baru yang kharismanya setara dengan bin Laden untuk memimpin organisasi tersebut," Aristides Mota, Bogor.

"Sepanjang ketidakadilan dan kemiskinan serta pengangguran tidak dapat terselesaikan, maka bagi yang tak mampu membendung kemarahan atas kondisi yang tak pernah selesai itu, maka "terorisme" menjadi ajang pembalasannya," Tedi Samsuri, Jakarta

"Saya berharap dunia umumnya dan Indonesia khususnya menjadi damai, tidak ada peperangan dan permusuhan yang mengatasnamakan agama, saling mengasihi antar sesama manusia tanpa tersekat-sekat dengan fanatisme sempit agama, biarlah kerukunan ada disetiap insan manusia tanpa membeda-bedakan suku agama atau bangsa. Jihadlah terhadap ketidak adilan, kemiskinan, kemunafikan dan radikalisme serta korups. Damai...dunia jadi indah apapun agamamu," AG Paulus, Purwokerto.

"Osama bin Laden adalah target penting AS, kenapa dibunuh dengan penyerangan. Kalau Osama bin Laden bisa ditangkap hidup, maka dunia akan mengetahui siapa sebenarnya dalang dibalik WTC 9/11. Kalau AS berniat baik untuk mengungkap kasus WTC, Osama bin Laden seharusnya tidak dibunuh," Aswin Pulungan, Facebook BBC Indonesia.

"Gerakan separatis ataupun ekstrimis, saya lebih suka sebut demikian daripada teroris, di Indonesia semata-mata dikarenakan rasa tidak puas dengan berbagai macam persoalan yang tidak terselesaikan secara maksimal. Penyelenggarara negara ini sudah tuli dan buta dengan segala persoalan yang ada, sehingga timbul kelompok-kelompok radikal yang mengatas namakan Islam dan mereka ingin menyelesaikan dengan caranya sendiri," Rudi Karnady, Facebook BBC Indonesia.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.