
Liga Primer Indonesia (LPI) menyatakan siap menggelar kompetisi sepak bola pada akhir Oktober.
Sekitar 15 klub di Indonesia telah menyatakan diri ambil bagian dalam kompetisi yang diprakarsai pengusaha Arifin Panigoro tersebut.
Insentif dana pembinaan Rp10-20 miliar sudah disiapkan LPI untuk setiap klub yang menjadi anggota.
Beberapa pengurus klub sepak bola mengatakan dana ini bisa membebaskan klub dari ketergantungan anggaran belanja pemerintah.
Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar kepada para wartawan mengatakan LPI bisa menyelematkan uang negara sebesar Rp600 miliar setiap tahun.
Pengurus LPI mengatakan kompetisi baru tidak akan mengganggu kompetisi Liga Super Indonesia.
Namun klaim ini ditolak oleh Direktur PT Liga Indonesia, pengelola Liga Super Indonesia, Andi Darusalam Tabusala.
Ia menyebut kompetisi baru ini bisa memecah persatuan sepak bola Indonesia.
Apa pendapat Anda? Apakah LPI perlu disambut dengan tangan terbuka?
Akankah LPI mendorong prestasi sepak bola Indonesia?
Tulis komentar Anda dengan mengisi formulir di samping. Jangan lupa sertakan nomor telepon yang bisa kami hubungi.
Anda juga bisa memanfaatkan nomor telepon bebas pulsa 0800 140 12 28 setiap pukul 16.00 hingga 20.00 WIB mulai Senin hingga Jumat.
Anda bisa mengirim email ke indonesia@bbc.co.uk atau SMS +44 7786 2000 50 dengan tarif sesuai yang dikenakan operator telpon anda.
Forum BBC Indonesia disiarkan setiap Kamis Pukul 18.00 WIB dan Senin Pukul 05.00 WIB.
Aneka komentar Anda
"Selagi mempunyai visi dan misi yang jelas untuk kemajuan sepak bola nasional, mengapa tidak. Hal yang paling penting adalah, klub jangan pernah lagi mengemis kepada anggaran pendapatan dan belanja daerah." Erwan Asmara
"Apapun namanya, yang terpenting adalah bagaimana mengelolanya. Caranya, pilih pengelola yang mempunyai visi, misi, dan dana untuk menjalankan kompetisi. Hilangkan nama-nama yang tidak berkomitmen untuk mencapai kemajuan. Di sisi lain, pemerintah harus memberikan dukungan dan ada sponsor dari pihak lain." Asri bin Madi
"Ide positif.Hanya bila berbenturan kepentingan, sama juga bohong. LPI setidaknya memacu beberapa club untuk tidak bergantung pada APBD, artinya bisa mencari sponsor lebih banyak. Mudah-mudahan bisa membangun 6 atau 8 stadion besar di luar Jakarta dan di Pulau Jawa sekelas Gelora Bung Karno." Herman Firdaus Adriyanto
"Sepak bola Indonesia sudah kartu mati, tidak perlu buang-buang duit untuk urus sepak bola Indonesia. Tatang Kusmargono mengatakan : LPI adalah tandingan Superliga. Tapi kalau tetap saja dikelola PSSI, tidak akan ada perubahan." Benny Waturu
"LPI adalah bentuk kompetisi Indonesia yg baru dan lebih profesional. PSSI dalam hal ini harus membuka diri, kenapa sampai ada LPI. Ini menujukkan bahwa Nurdin Halid dan kawan-kawan tidak bisa mengurusi sepak bola nasional. Timnas di bawah usia 16 tahun ditekuk Timor Leste. Ini menunjukkan sepak bola di bawah pimpinan NH telah terjun bebas." Wahyu Agus
"Meski kurang yakin, saya menaruh harapan pada liga primer, karena sampai saat ini liga super belum bisa menghasilkan apa-apa untuk negeri ini, itu menurut saya karena sistem kepengurusan yang amburadul." Nurhadi


