Terbaru  17 September 2010 - 11:37 GMT

Apakah DPR makin jauh dari rakyat?

dpr

Sorotan ke DPR dinilai sebagai cermin kekecewaan rakyat

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali disorot. Kali ini terkait dengan studi banding kepramukaan ke Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan.

Selain menelan biaya yang tidak kecil, berbagai pihak mempertanyakan relevansi kunjungan ke Afrika Selatan.

Sebelumnya DPR juga dikritik karena mengusulkan dana aspirasi dan menyetujui pembangunan gedung baru senilai Rp1,1 triliun.

Kritik yang bertubi-tubi membuat usul dana aspirasi dicabut dan rencana pembangunan gedung baru dikaji kembali.

Koordinator Indonesia Budget Centre Arif Nur Alam mengatakan sorotan ke para anggota DPR ini adalah cermin kekecewaan masyarakat.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

"Belum lagi soal tindakan anggota yang membolos. Publik melihat belum ada kinerja yang baik dari para anggota dewan, sementara di sisi lain mereka menghamburkan uang rakyat," kata Nur Alam.

Indonesia Budget Center menyebut anggaran biaya ke luar negeri DPR tahun 2010 meningkat sampai 76 kali lipat dibandingkan dengan lima tahun lalu.

Para anggota DPR menegaskan bahwa studi banding diperlukan dalam rangka menunjang fungsi DPR.

Gedung baru, kata ketua DPR, juga perlu karena fasilitas yang ada saat ini dinilai kurang memadai.

Pengamat politik Lili Romli mengatakan anggota DPR makin jauh dari rakyat.

Bagaimana menurut Anda?

Kami tunggu komentar Anda untuk acara Forum BBC, di telepon bebas pulsa 0800 140 12 28 setiap pukul 16.00 hingga 20.00 WIB mulai Senin hingga Jumat.

Anda bisa mengirim email indonesia@bbc.co.uk atau SMS +44 7786 2000 50 dengan tarif sesuai yang dikenakan operator telpon anda.

Kolom di samping juga tersedia untuk Anda. Jangan lupa cantumkan nama dan kota Anda serta nomor telepon yang bisa kami hubungi.

Forum BBC Indonesia disiarkan setiap Kamis Pukul 18.00 WIB dan Senin Pukul 05.00 WIB.

Aneka komentar Anda

Tampaknya anggota DPR semakin merasa superior, arogan dan membabi buta. Suara dari sebagian rakyatnya sudah tidak didengar lagi. Mereka lebih mementingkan kenikmatan diri sendiri daripada mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat yang dahulu memilihnya. Mereka sudah lupa daratan. Sebaiknya jangan pilih mereka serta partai politiknya nanti pada tahun 2014. (Djohan Suryana, Jakarta)

DPR semakin mengiris hati rakyat. Rakyat menyesal telah mmberi dukungan suara pada Pemilu kemarin, karena ternyata DPR membuat kekecewaan yang menggunung di hati rakyat. Bila situasi seperti ini terus diabaikan, anarkisme rakyat hanyalah bom waktu saja. (Noni Rahayu)

Bukan jauh lagi tapi JAUUUUUUUUUUUUUUUH SEKALI dari rakyat. (Maia Sandia)

Sudah tidak perlu dibahas lagi. Sudah kelihatan nyata. Buktinya kalau membahas dana yang membuat DPR senang, pasti semangat sekali. Misalnya dana studi banding, gedung baru, rumah aspirasi, dan lain-lain. Tapi kalau membahas undang-undang, lamanya minta ampun. (Anang Budy Setya Nugraha)

DPR ngotot dengan dana aspirasi agar bisa melakukan pembangunan ke dapil masing-masing sebagai balas jasa. Bukankah itu melanggar fungsi dewan? Dan ini rawan korupsi. Pembangunan gedung dan lawatan ke luar negeri jelas kurang bermanfaat untuk saat ini. Tanpa dua hal tersebut, dewan tetap harus produktif, peka terhadap kebutuhan rakyat dan amanah. Ini semua, apabila diabaikan, akan menyakiti rakyat. Dan mereka akan makin jauh dari rakyat. (Haryo Senoadji)

DPR bahkan lupa, sebenarnya mereka itu mewakili siapa. Yang mereka ingat duit dan proyek. (Tono Keren)

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.