Inggris danai tim penyelidik khusus ISIS

  • 4 September 2014
baghdadi
Abu Bakr al-Baghdadi ditengarai memuncaki struktur organisasi Daulah Islamiyah

Sebuah tim penyelidik internasional yang didanai pemerintah Inggris tengah mengumpulkan bukti-bukti mengenai keterlibatan milisi Daulah Islamiyah atau ISIS dalam kejahatan kemanusiaan di Irak dan Suriah.

Dari informasi yang diperoleh BBC, tim tersebut menghabiskan waktu selama berbulan-bulan demi menyiapkan 400 dokumen tuntutan terhadap Abu Bakr al-Baghdadi dan para bawahannya dalam struktur organisasi Daulah Islamiyah.

Dokumen-dokumen itu menunjukkan mereka bertanggung jawab atas berbagai tindak kriminal, seperti penculikan, pemenggalan, penyaliban, dan penyiksaan.

“Yang kami buru ialah para petinggi IS (Daulah Islamiyah) karena para individu ini juga bertanggung jawab atas berbagai pembunuhan sama seperti mereka yang melakoni pembunuhan dengan tangan mereka sendiri.

“Para petinggi justru lebih bertanggung jawab karena mereka tidak membunuh satau atau dua orang. Mereka bertanggung jawab atas semua pembunuhan,” kata kepala tim penyelidik kepada BBC.

Dana

Sang kepala tim yang enggan disebutkan identitasnya ini mengaku mendapat dana dari pemerintah Inggris sebesar £43 ribu (sekitar Rp835 juta) saban bulan. Pemerintah Inggris pun menyediakan fasilitas di Suriah dan negara-negara di sekitarnya.

Sejauh ini, tim penyelidik tersebut telah mendapatkan sejumlah kotak berisi bukti-bukti berupa dokumen, usb stick, dan laporan saksi-saksi yang diselundupkan dari Suriah.

Bahkan mereka mengantongi hasil catatan rapat Daulah Islamiyah menit demi menit, seperti instruksi larangan tidur setelah pukul 07.30 kepada para anggota milisi di Provinsi Aleppo.

Tim penyelidik mengatakan jumlah anggota Daulah Islamiyah dari luar kawasan Irak dan Suriah telah bertambah sejak mendeklarasikan kekhalifahan pada musim panas lalu. Saat itu, kekuatan Daulah Islamiyah diprediksi mencapai 10 ribu orang. Kini, jumlahnya menjadi nyaris 30 ribu orang.

Keahlian anggota Daulah Islamiyah pun beragam. Milisi dari Tunisia dan Chechnya, misalnya, dipuji karena agresivitas dan pengalaman mereka dalam pertempuran.

daulah
Kekuatan Daulah Islamiyah diprediksi mencapai 30 ribu personel.

Struktur

Dalam penyelidikan mereka, tim investigasi menemukan puncak struktur organisasi Daulah Islamiyah ditempati Abu Bakr al-Baghdadi.

Di bawah Al-Baghdadi, terdapat dewan syariah, dewan penasihat atau dewan syura, dewan militer, dan dewan keamanan.

Struktur ini ditiru sama persis di tingkat provinsi. Pada posisi puncak ialah Wali atau gubernur. Lalu di bawahnya terdapat dewan syariah, dewan syura, dewan militer, dan dewan keamanan.

Berita terkait