Keluarga Aqsa merasa dikhianati

  • 4 September 2014
Aqsa Mahmood
Aqsa Mahmood dilaporkan pergi ke Suriah melalui Turki.

Keluarga dari perempuan berusia 20 tahun dari Glasgow yang terbang ke Suriah dan menikah dengan militan Daulah Islamiyah merasa dikhianati.

Khalida Mahmood dan Muzaffar Mahmood mengatakan terkejut mengetahui putri mereka, Aqsa, menjadi radikal.

Komentar itu disampaikan setelah munculnya pesan Twitter yang meminta warga Inggris melakukan lagi serangan teroris seperti yang terjadi di Woolwich dan Amerika Serikat.

Ayah dan ibu Aqsa menegaskan mereka mencintai putri mereka dan menginginkannya pulang.

Dalam pernyataan yang dibacakan pengacara, Khalida dan Muzaffar Mahmood mengatakan, "Kami tetap mencintaimu Aqsa namun kini harus memprioritaskan keluarga dan saudara-saudaramu karena kau mengkhianati kami, komunitas kami, dan warga Skotlandia ketika kau mengambil langkah tersebut."

"Kamu sudah merobek hati kami dan mengubah hidup kami selamanya. Mohon segera pulang."

"Jika putri kami, yang memiliki semua kesempatan untuk kebebasan dalam hidupnya bisa menjadi radikal dari kamar tidurnya, maka itu bisa juga terjadi di semua keluarga" tambah pernyataan itu.

Aqsa yang mendapat pendidikan di sekolah swasta dilaporkan mendorong terorisme lewat akun Twitter dengan nama Umm Layth, namun akun itu sudah dihapus.

Melalui Turki dia menuju Suriah pada bulan November, dan dilaporkan hilang ke polisi olrh keluarganya.

Sebelum menghilang, dia sempat ke universitas dan -menurut orang tuanya- berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat.

Ibunya tampak menyeka air mata ketika pengacara Aamer Anwar membacakan pernyataan di depan para wartawan di Glasgow.,

Berita terkait