Serdadu Rusia masuk Ukraina 'tak sengaja'

  • 26 Agustus 2014
ukraina
Ketegangan antara Ukraina dan Rusia beberapa kali dipicu oleh insiden di wilayah perbatasan.

Pemerintah Rusia mengklaim sekelompok serdadu Rusia yang ditangkap di bagian timur Ukraina sejatinya tidak sengaja melintasi perbatasan.

Kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan:

“Serdadu-serdadu itu memang berpartisipasi dalam patroli di sebuah bagian perbatasan Rusia-Ukraina. Pada suatu bidang yang tidak bertanda, mereka menyeberangi perbatasan secara tidak disengaja. Sejauh yang kami ketahui, mereka tidak melawan tentara Ukraina ketika mereka ditangkap.”

Sebelumnya, pemerintah Ukraina mengatakan 10 prajurit lintas udara telah ditangkap. Mereka kemudian diwawancarai stasiun televisi Ukraina dan rekaman videonya telah dilansir beberapa waktu lalu.

Mereka mengaku berasal dari Resimen 331 dari Divisi Lintas Udara Svirsk ke-98.

Salah seorang serdadu, Sersan Andrei Generalov, mengatakan, “Hentikan pengiriman serdadu (ke Ukraina). Mengapa? Ini bukan perang kami. Dan jika kami tidak di sini, peristiwa ini tidak perlu terjadi.”

Seorang serdadu lainnya bernama Ivan Milchakov. Dia mengaku berasal dari Kota Kostroma, Rusia.

“Saya tidak melihat di bagian mana kami melintasi perbatasan. Mereka hanya memberitahu bahwa kami akan berjalan kaki sejauh 70 kilometer selama tiga hari,” ujar Milchakov.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia di daerah perbatasan juga terjadi pada 22 Agustus lalu.

Kala itu, sekitar 90 truk Rusia yang mengangkut bantuan bagi warga sipil di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak telah masuk ke wilayah Ukraina tanpa izin, kata pemerintah Ukraina.

Sejumlah laporan menyebutkan konvoi dikawal oleh para pejuang pemberontak.

Kepala Keamanan Ukraina Valentyn Nalivaychenko menyebut aksi Rusia sebagai invasi tetapi pasukan Ukraina tidak akan memblokir konvoi atau menggunakan kekerasan.

Insiden itu terjadi menjelang pertemuan antara Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Ukraina Vladimir Putin di Minsk, Belarus.

Berita terkait