Mesir dan UEA di balik 'serangan' di Libia

  • 26 Agustus 2014
AS menuduh Mesir dan UAE di balik serangan udara di bandara Tripoli.

Para pejabat Amerika Serikat mengatakan Mesir dan Uni Emirat Arab berada di balik serangan udara di Libia dengan target kelompok militan Islam yang menguasai bandara Tripoli.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak diajak berkonsultasi tentang serangan tersebut.

Pejabat itu mengatakan, pihaknya khawatir bahwa senjata AS kemungkinan besar digunakan dalam serangan yang berarti melanggar perjanjian penjualan senjata.

Pihak berwenang Mesir telah membantah terlibat dalam serangan tersebut dan sejauh ini belum ada komentar langsung dari UEA.

AS, Prancis, Jerman, Italia dan Inggris sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama mengecam "campur tangan asing" di Libia.

Mereka mengatakan serangan udara tersebut dapat "memperparah perpecahan dan melemahkan upaya transisi demokrasi di Libia."

Bandara Tripoli ditutup

Serangan udara yang dilakukan pesawat tidak dikenal itu terjadi dua kali selama terjadi pertempuran sengit di sekitar bandara Tripoli antara kelompok militan Islam dan milisi yang berideologi nasionalis.

Konflik bersenjata antar kelompok milisi -yang terlibat penggulingan rezim Muammar Gaddafi pada 2011 lalu- telah meningkat belakangan ini.

Aparat kepolisian dan tentara Libia tidak mampu berbuat banyak karena kekuatannya yang lemah dibandingkan kelompok milisi.

Pertempuran antar kelompok milisi di Libia terjadi dalam memperebutkan bandara Tripoli.

Selama akhir pekan, kelompok militan Islam yang berafiliasi dengan kelompok dari kota Misrata dan kota-kota lainnya telah mengambil alih bandara Tripoli dari penguasaan kelompok milisi Zintan.

Bandar udara yang terbesar di Libia ini telah ditutup lebih dari sebulan lalu karena pertempuran tersebut.

Berdasarkan laporan wartawan BBC di Tripoli, Rana Jawad, Libia telah diguncang konflik antar kelompok milisi sejak pemberontakan terhadap Kolonel Moamar Khadafi memuncak pada 2011 lalu.

Bahkan, rivalitas antarkelompok milisi akhir-akhir ini merupakan yang terburuk sejak penggulingan Kolonel Khadafi.

Berita terkait