Irak Kurdi meminta bantuan senjata dunia

  • 11 Agustus 2014
barzani
Massoud Barzani bersumpah pasukannya akan mengalahkan pejuang DI.

Pemimpin politik Irak Kurdi, Massoud Barzani, meminta bantuan militer internasional untuk mengalahkan milisi Islam.

Permohonan ini disampaikan sementara Amerika Serikat melancarkan serangan udara keempat terhadap pejuang Daulah Islamiyah di dekat Irbil, ibu kota Kurdistan Irak.

Daulah Islamiyah, yang sebelumnya dikenal dengan nama ISIS, telah menguasai sejumlah wilayah di Irak utara.

Pasukan Kurdi dilaporkan telah menguasai kembali dua kota di Provinsi Niniveh lewat perang sengit.

Seorang pejabat Kurdi mengatakan serangan udara AS terhadap milisi DI di dekat kota, Gwer dan Makhmur, membantu.

Ini adalah untuk pertama kalinya pasukan Kurdi, yang dikenal dengan nama Peshmerga, mengambil alih wilayah DI sejak aksi militer AS diizinkan hari Kamis (7 Agustus).

Di Irak barat, kelompok minoritas, seperti Yazidi, dipaksa meninggalkan rumah mereka, sehinggu memicu pemberian bantuan internasional.

Barzani berbicara di samping Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius yang berada di Irak terkait dengan perundingan krisis dengan pejabat Irak dan Kurdi.

"Kami bukannya berperang dengan organisasi teroris, kami berperang melawan negara teroris," kata Barzani, presiden pemerintah regional Kurdi.

Berita terkait