Israel akan selidiki pengeboman sekolah

  • 31 Juli 2014
gaza
Serangan Israel merusak sebuah sekolah PBB yang menampung pengungsi.

Pemerintah Israel menyatakan akan menyelidiki kasus pengeboman sekolah di Gaza yang menjadi tempat pengungsian warga sipil. Jika militer Israel terbukti melakukannya, pemerintah Israel akan meminta maaf.

Berbicara kepada BBC, juru bicara pemerintah Israel, Mark Regev mengatakan: “Kami punya kebijakan—kami tidak menargetkan warga sipil.”

“Kami akan menyelidikinya. Dan jika kami menemukan bahwa itu tembakan dari Israel, pasti kami akan meminta maaf,” kata Regev.

Menurutnya, belum jelas apakah pengeboman terhadap sebuah sekolah PBB di Gaza merupakan aksi militer Israel.

”Yang kami tahu pasti ada tembakan permusuhan yang dilancarkan terhadap pihak kami dari area sekolah itu.”

Regev kemudian menuding Hamas menyembunyikan senjata di fasilitas publik dan tempat penampungan PBB.

”Kami tidak ingin melukai warga sipil Gaza yang tidak berdosa. Itu bukan niatan kami.”

Pada Rabu (30/07), Israel melancarkan serangan ke sebuah sekolah PBB di Gaza yang menampung pengungsi walau sudah diperingatkan lebih dari 3.000 warga sipil yang berlindung di sana.

Akibat serangan militer ini, sedikitnya 16 orang warga sipil tewas.

Seorang juru bicara Badan PBB, UNRWA, Chris Gunness, mengatakan anak-anak dibunuh ketika mereka sedang tidur bersama orang tuanya di ruang kelas di Jabaliya yang jadi tempat penampungan pengungsi.

Dia menambahkan Israel sudah diberitahu sampai 17 kali kalau sekolah itu dihuni penduduk sipil yang mengungsi.

Amerika Serikat dan PBB mengutuk serangan itu.

Sekjen PBB ban Ki-moon mengatakan: “Semua bukti-bukti yang ada merujuk artileri Israel sebagai penyebab.”

Berita terkait