Israel gempur sekolah PBB, belasan tewas

  • 25 Juli 2014
Anak perempuan di sekolah PBB di Gaza korban gempuran Israel

Israel menggempur sekolah milik PBB yang digunakan untuk penampungan pengungsi Gaza, menewaskan setidaknya 15 orang dan melukai 200 orang, seperti dijelaskan Menteri Kesehatan Gaza.

Ratiusan warga Palestina yang mengungsi di sekolah yang dikelola PBB di Beit Hanoun menyelamatkan diri dari pertempuran.

Ini keempat kalinya fasilitas milik PBB digempur dalam serangan militer Israel terhadap militan Hamas.

Lebih dari 750 warga Palestina dan 33 warga Israel tewas sejak serangan militer 8 Juli lalu, yang disebut bertujuan untuk menghentikan serangan roket Hamas.

Genangan Darah

Sebelumnya, Kamis 24 Juli, Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Valerie Amos menegaskan bahwa suatu gencatan senjata merupakan hal yang 'vital'.

"Ada 118.000 orang yang kini mengungsi di sekolah-sekolah PBB ... warga kekurangan makanan. (Ketersediaan) air bersih juga jadi masalah besar," katanya.

Dikatakan Amos, serangan ini membuat 44% wilayah Gaza jadi tempat yang tak bisa didatangi warga Palestina.

Genangan darah di halaman sekolah PBB

PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakania menyesalkan seiap jiwa warga Palestina yang tewas, namu katanya hal itu merupakan "tanggiungjawab Hamas."

Para wartawan menyebut genangan darah terlihat di pekarangan sekolah di Beit Hanoun, utara Gaza.

ceceran darah di dalam sekolah PBB di Gaza

Terdapat tanda gosong di lokasi yang dihantam meriam, lapor kantor berita Associated Press.

Seorang pejabat PBB mengatakan, mereka berusaha merundingkan 'jendela waktu', atau jeda dengan tentara Israel untuk membiarkan warga sipil meninggalkan area yang jadi lokasi pertempuran sengit.

Tetapi, kata Chris Gunness, juru bicara Badan Bantuan PBB untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Prasarana di Palestina (UNRWA), permintaan itu tak pernah dipenuhi.

Menurut Angkatan Bersenjata Israel, IDF, peristiwa itu terjadi di tengah pertempuran "dengan teroris Hamas yang menggunakan prasarana warga sipil dan lambang internasional sebagai perisai hidup."

Badan PBB untuk kooordinasi bantuan kemanusiaan (OCHA) menyebut, jalur selebar 3 km yang meliputi 44% Gaza dinyatakan sebagai daerah terlarang oleh militer Israel.

Sebelumnya, di konferensi internasional di Qatar, pemimpin Hamas Khaled Meshaal, menandaskan bahwa tidak akan ada gencatan senjata penuh jika Israel tak mencabut blokade atas Gaza.

Berita terkait