Tersangka pemerkosa anak enam tahun ditangkap

  • 21 Juli 2014
Unjuk rasa di Bangalore
Orang dua tan keluarga murid menggelar unjuk rasa di Bangalore selama dua hari.

Polisi di Bangalore, India, sudah menangkap seorang pelatih sepatu es atau skating terkait dugaan pemerkosaan atas seorang murid berusia enam tahun.

Awal Juli lalu, seorang murid sekolah berusia enam tahun di sebuah sekolah terkenal di kota Bangalore dilaporkan diperkosa oleh dua pegawai sekolah.

Komisaris polisi setempat, Raghavendra Auradkar, mengatakan sebuah telepon genggam dan komputer jinjing yang berisi gambar anak-anak yang tidak senonoh disita dari tersangka.

Kasus perkosaan ini menimbulkan kemarahan dari para orang tua murid sekolah tersebut.

Penangkapan atas pelatih sepatu es dilakukan sehari setelah unjuk rasa selama dua hari oleh sekitar 4.000 orang tua dan keluarga murid serta para pegiat.

Mereka berjalan kaki sepanjang empat kilometer ke kantor polisi di Bangalore dan menuduh polisi tidak cukup bertindak dalam kasus perkosaan anak enam tahun itu.

Polisi sebelumnya mengatakan anak itu diserang secara seksual ketika sedang menuju ke kamar kecil dan kini sudah pulih dari serangan kekerasan tersebut walau tidak memberikan rincian.

Unjuk rasa di Bangalore
Para pengunjuk rasa menganggap polisi tidak cukup bertindak atas pemerkosaan anak berusia enam tahun.

Pemerkosaan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran atas keselamatan atas anak di sekolah-sekolah di India, yang sering dilanda kasus perkosaan.

Akhir Mei lalu, dua remaja perempuan diperkosa beramai-ramai di Uttar Pradesh dan pada Desember 2012, seorang mahasiswi diperkosa beramai-ramai ketika pulang dari menonton bioskop.

Angka resmi menyebutan setiap tahunnya terjadi 25.000 kasus pemerkosaan di negara berpenduduk 1,2 miliar jiwa tersebut.

Namun para pegiat mengatakan jumlah sebenarnya lebih tinggi karena para korban sering mendapat tekanan dari keluarga maupun polisi agar tidak melaporkannya.

Berita terkait