Australia klaim mengembalikan pengungsi Srilanka

  • 7 Juli 2014
Australia mengatakan telah mengembalikan pengungsi Sri Lanka kepada angkatan laut negara itu.

Australia mengatakan telah mengembalikan 41 orang pencari suaka Sri Lanka kepada angkatan laut Sri Lanka di laut.

Pemerintah Australia menyatakan, pengembalian para pencari suaka itu berlangsung pada hari Minggu (06/07).

Kelompok hak asasi manusia sebelumnya memprihatinkan tindakan Australia yang menolak kehadiran para pencari suaka yang berupaya mencapai negara tersebut melalui jalur laut.

Sebagian besar pengungsi itu adalah warga Tamil, yang mengalami siksaan di Sri Lanka, kata juru bicara Dewan Pengungsi Tamil Aran Mylvaganam.

Pemerintah Australia mengatakan, hanya ada empat orang warga Tamil di dalam kapal yang telah dikembalikan kepada pemerintah Sri Lanka, hari Minggu.

Pemerintah mengatakan hanya empat dari mereka kembali pada hari Minggu adalah Tamil.

PBB mengkhawatirkan

Namun demikian, Menteri Imigrasi Australia, Scott Morrison mengatakan, pihaknya tidak mengomentari kemungkinan adanya pengungsi Sri Lanka dengan menggunakan kapal lainnya, seperti yang dilaporkan terdiri dari sekitar 150 orang.

Badan pengungsi PBB pada awal pekan ini menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap tindakan Australia menangani para pengungsi.

Australia menempatkan pengungsi di Papua Nugini atau Nauru.

Ratusan orang meninggal dalam perjalanan dengan perahu menuju Australia dalam beberapa tahun terakhir.

Enam bulan yang lalu, sebuah kapal yang berupaya menjangkau Australia dihalau. Mereka sebagian berasal dari Afganistan, Sri Lanka, Iran, Irak dan negara- negara di Asia Selatan dan Barat.

Dalam kebijakan mengenai pengungsi Australia, sebagian besar pengungsi dibawa ke kamp tahanan di Papua Nugini atau Nauru. Jika diketahui status mereka pengungsi, maka akan ditampung di negara tersebut, bukan di Australia.