Inggris bekukan aset pejuang Suriah

  • 5 Juli 2014
ISIS
Reyaad Khan, Nasser Muthana dan Abdul Rakib Amin tampil dalam video

Pemerintah Inggris membekukan aset milik dua orang asal Cardiff yang diyakini bergabung dengan kelompok Jihadis di Suriah.

Nasser Muthana dan Reyaad Khan, keduanya berusia 20 tahun, masuk dalam daftar orang yang menghadapi sanksi keuangan.

Orang ketiga asal Aberdeen, Ruhul Amin, juga berada dalam daftar tersebut.

Saudara laki-laki Muthana, Aseel, 17 tahun, juga disebutkan berada di Suriah. Dalam percakapan online dengan BBC Wales, dia ingin mati karena masalah itu.

Muthana dan Reyaad Khan muncul dalam video online yang drekam di Suriah dan meminta Muslim untuk bergabung dengan ISIS ( Negara Islam Irak dan Suriah).

Pada Kamis (03/06) seorang pria mengklaim dirinya Nasser Muthana mengunggah gambar bom buatan tangan di akun media sosial.

Foto tersebut menunjukkan paket yang berisi 15 bom dimasukan dalam wadah logam dengan pesan: "Jadi Inggris takut saya kembali dengan kemampuan yang saya peroleh".

Ayah dua bersaudara itu Ahmed Muthana, 57 tahun, mengatakan dia ingin anaknya kembali ke rumah meski harus dipenjara.

Dia mengatakan kepada BBC Wales bahwa dia "sangat sedih" melihat anaknya terlibat dalam video rekrutmen jihadis dan kemudian mengklaim polisi gagal meraih kepercayaan warga Muslim di Wales.

Pernyataan tersebut dibantah oleh kepala unit penanggulangan terorisme Wales Nikki Holland. Dia mengatakan polisi tidak dapat mengawasi semua orang, tetapi dia tidak berpikir bahwa Cardiff memiliki masalah yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain di Inggris.

Sementara itu, seorang remaja ditahan atas dugaan terorisme, yang disebutkan berkaitan dengan Jihadis di Cardiff. Dia dibebaskan dengan jaminan.

Polisi South Wales mengatakan pria berusia 18 tahun dari Grangetown juga telah dimintai keterangan berkaitan dengan klaim telah melakukan persiapan aksi terorisme.

Berita terkait