Protes di Hong Kong tuntut demokrasi

  • 1 Juli 2014
Warga di Hong Kong
Panitia memperkirakan peserta unjuk rasa lebih besar tahun ini.

Para pengunjuk rasa di Hong Kong mulai menggelar protes tahunan yang kali ini diperkirakan jauh lebih besar terkait perbedaan pandangan mengenai pemilihan pemimpin wilayah itu.

Demonstrasi digelar hari ini (01/07) bertepatan dengan peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina pada 1 Juli 2007.

Panitia penyelenggara mengatakan unjuk rasa kali ini dipusatkan pada usaha menekan pemerintah Cina untuk memberikan kebebasan dalam memilih pemimpin Hong Kong.

Menurut panitia, aksi tersebut diperkirakan akan dihadiri lebih dari 500.000 orang. Dari Victoria Park, peserta unjuk rasa direncanakan berpawai ke distrik Central.

"Sentimen publik turun ke tingkat terendah sejak 2003," kata panitia demonstrasi, Johnson Yeung.

"Saya yakin lebih banyak warga akan ambil bagian," tambahnya.

Protes menuntut demokrasi terjadi beberapa hari setelah referendum tidak resmi mengenai bagaimana memilih pemimpin Hong Kong mampu menarik hampir 800.000 suara.

Tetapi pemerintah menegaskan referendum selama 10 hari tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum.

Protes di Hong Kong
Warga berkumpul di Victoria Park sejak Selasa pagi di tengah guyuran hujan.
Dua pria di Hong Kong
Para aktivis menyerukan demokrasi bagi Hong Kong.

Pemimpin Hong Kong saat ini, Leung Chun-ying, memperingatkan agar warga tidak melakukan hal-hal yang merusak stabilitas dan kemakmuran kota itu.

Unjuk rasa pada 2003 diikuti sekitar 500.000 orang yang menentang rancangan undang-undang subversi. RUU tersebut akhirnya dihapus.

Berita terkait