BBC navigation

Menlu Amerika janjikan dukungan bagi Irak

Terbaru  23 Juni 2014 - 22:37 WIB
kerry dan maliki

Kerry bertemu PM Irak Nourli Maliki (kanan) dan tokoh Syiah serta Sunni.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry berjanji untuk "memberi dukungan intensif dan berkelanjutan" bagi Irak setelah bertemu para politisi di ibu kota, Baghdad.

Kunjungannya dilakukan ketika kelompok Sunni memperluas kekuasaan di kota-kota di barat dan utara Irak.

Pemberontak mendekati bendungan penting di dekat Haditha dan mengambil alih perbatasan dengan Suriah dan Yordania dari pasukan pemerintah.

Bandara utama di kota Tal Afar, Irak utara, juga telah jatuh ke tangan pemberontak, yang dipimpin Klik Kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIS).

Sejumlah laporan menyebutkan kota itu sendiri sudah jatuh.

Tal Afar merupakan jalan utama dari perbatasan Suriah ke Mosul, kota terbesar kedua di Irak, yang dikuasai oleh pemberontak dua minggu lalu.

Dukungan 'intensif'

Pasukan bersenjata berat Irak melindungi bendungan di dekat Haditha.

Penduduk setempat mengatakan kepada BBC Arab bahwa pemberontak mengepung kota itu namun belum memasukinya.

Seorang juru bicara militer Irak mengatakan ratusan tentara Irak tewas oleh militan Sunni Arab dalam pertempuran sejauh ini.

Kerry bertemu Perdana Menteri Irak Nouri Maliki untuk membicarakan krisis yang terjadi saat ini.

Kerry juga bertemu dengan tokoh Syiah serta Sunni.

Kerry mengatakan setelah pertemuan, "Dukungan yang kami berikan intensif dan berkelanjutan bila pemimpin Irak mengambil langkah yang diperlukan untuk menyatukan kembali negara secara efektif."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.