Seruan nonton Piala Dunia di rumah di Kenya

  • 21 Juni 2014
Mpeketoni
Serangan saat menonton Piala Dunia di Mpeketoni menewaskan 60 orang.

Pemerintah Kenya menyerukan agar warganya untuk menonton pertandingan Piala Dunia di rumah saja.

Anjuran ini disampaikan sesudah serangan selama dua hari di kawasan pantai Kenya, awal pekan, yang menewaskan 60 orang.

Hari Minggu (15/06) para penyerang memulai aksinya di kawasan Mpeketoni saat orang-orang sedang menonton siaran pertandingan Piala Dunia.

Kementeran Dalam Negeri menyatakan kendati keamanan telah diperketat di seantero negeri, para pemilik bar dan restoran tetap mesti mengambil tindakan pengamanan ekstra.

Kelompok radikal Islam Somalia, al-Shabab mengaku sebagai pelaku serangan selama dua hari di Mpeketoni dan sekitarnya sebagai aksi balasan atas kehadiran tentara Kenya di Somalia dan pembunuhan terhadap kaum Muslimin di sana.

Tetapi Presiden Uhuru Kenyatta menyebut pelakunya adalah 'jaringan politik setempat' mengingat sasaran serangan hanya tertuju pada satu kelompok etnis.

Sebagian korban tewas adalah warga etnis Kikuyu, sama seperti presiden, dan umat non-Muslim sengaja dipilih untuk dibunuh.

Di beberapa kawasan di utara Nigeria, acara nonton bersama siaran Piala Dunia di tempat terbuka juga dilarang karena ancaman kelompok militan Islam Boko Haram.

Kelompok radikal ini dituding sebagai pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 20 warga yang sedang menonton siaran pertandingan di Damaturu, Selasa 17 Juni.

Berita terkait