Militer Thailand bebaskan tahanan

  • 28 Mei 2014
thailand
Militer ingin memulihkan stabilitas setelah keributan selama berbulan-bulan.

Militer Thailand mengatakan 124 orang dibebaskan, termasuk sejumlah politikus dan pegiat yang ditahan setelah kudeta.

Juru bicara militer mengatakan 253 orang dipanggil. Lima puluh tiga orang tidak muncul, sementara 76 orang lainnya ditahan.

Pembebasan kemungkinan dilakukan dengan syarat sepakat menghindari kegiatan politik dan memberitahu militer jika akan bepergian, lapor wartawan BBC.

Pemimpin kudeta, yang mengambil alih kekuasaan minggu lalu, mendapat dukungan raja hari Senin (26/05).

Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, dibebaskan dengan sejumlah pembatasan.

Selain politikus dan pegiat, akademisi juga ditahan.

Militer mengambil alih kekuasaan Thailand tanggal pada 22 Mei. Mereka mengatakan akan mengembalikan stabilitas setelah keributan selama berbulan-bulan.

Langkah ini diambil setelah terjadi kebuntuan politik selama enam bulan sementara pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang pemerintahan Yingluck.

Paling tidak 28 orang tewas, ratusan lainnya cedera karena serangkaian unjuk rasa.

Tetapi kudeta, yang menjatuhkan pemerintahan terpilih, menimbulkan kecaman dunia.

Pimpinan gerakan antipemerintah telah dibebaskan tetapi wakil pendukung pemerintah masih ditahan.

Berita terkait