Staf PBB diserang ketika bertugas di Suriah

  • 27 Mei 2014
klorin
Para pemeriksa berusaha mencapai desa yang diduga terjadi enam serangan klorin.

Iring-iringan pemeriksa senjata kimia dan staf PBB yang sedang mengunjungi wilayah yang diduga sebagai tempat serangan gas klorin di Suriah, diserang.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan tim penyelidiknya dalam keadaan selamat dan dalam perjalanan kembali ke markas operasi.

Pemerintah Suriah sebelumnya mengatakan mereka diculik "teroris" saat berada di Provinsi Hama.

Direktur Jenderal OPCW Ahmet Uzumcu menyatakan kekhawatiran terhadap keamanan mereka.

"Pemeriksa kami berada di Suriah untuk mengetahui fakta terkait tuduhan serangan gas klorin.

"Keamanan mereka adalah prioritas utama kami, semua pihak yang terlibat konflik harus memberikan keamanan dan akses."

Para pemeriksa berusaha mencapai desa yang dikuasai pemberontak di Kafr Zaita, tempat di mana diduga terjadi enam serangan klorin dalam dua bulan.

Minggu lalu, para pegiat menyebarkan video yang memperlihatkan pria dan anak-anak dirawat di rumah sakit karena bom klorin dari pesawat pemerintah yang menewaskan seorang remaja.

Kebanyakan korban di video tersebut tergeletak dan satu pria terlihat tidak bergerak.

Klorin adalah bahan kimia industri biasa, tetapi Konvensi Senjata Kimia melarang penggunaannya sebagai senjata.

Suriah menandatangani traktat tahun lalu setelah sarin digunakan pada sejumlah serangan di Damaskus, menewaskan ratusan orang.