Prancis tawarkan jadi tuan rumah pertemuan Boko Haram

  • 12 Mei 2014
Seruan pemulangan siswi
Berbagai aksi digelar untuk menuntut pemulangan ratusan siswi Nigeria yang diculik.

Presiden Prancis Francois Hollande menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak mengenai kelompok militan berhaluan Islam, Boko Haram.

Hollande mengatakan ia telah membicarakan rencana tersebut dengan Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan.

"Kepada Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, saya mengusulkan untuk mengadakan pertemuan dengan negara-negara yang berbatasan dengan Nigeria," kata presiden Prancis dalam kunjungannya ke Azerbaijan, Minggu (11/05).

"Bila negara-negara itu setuju, pertemuan akan berlangsung Sabtu depan," jelas Hollande seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Pertemuan puncak diharapkan akan dihadiri oleh kepala negara antara lain dari Nigeria, Benin, Kamerun, dan Chad.

Nama Boko Haram semakin dikenal sejak kelompok tersebut menculik lebih dari 200 pelajar putri bulan lalu.

Amerika Serikat telah mengirim tim dari personel militer, penegak hukum dan lembaga-pembaga lain guna membantu menemukan para siswi.

Kelompok Boko Haram telah lama mengobarkan perang di wilayah Nigeria utara, Kamerun, dan Chad.

Para wartawan mengatakan Boko Haram membangun hubungan dengan jaringan Al Qaida di Afrika utara.

Tahun lalu pasukan Prancis membantu mengusir al Qaida Islamic Maghreb (AQIM) dari Mali utara.

Berita terkait