Penculikan siswi Nigeria 'titik penting' melawan militan

  • 8 Mei 2014
President Goodluck Jonathan
President Goodluck Jonathan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan berbagai negara.

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, mengatakan penculikan sekitar 200 siswi perempuan Nigeria oleh kelompok Boko Haram bisa menjadi titik penting dalam perang melawan militan Islam.

"Saya yakin penculikan murid-murid perempuan itu menjadi awal dari akhir teror di Nigeria," tegasnya.

Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di ibukota Nigeria, Abuja, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Cina, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, yang menawarkan bantuan untuk menyelamatkan sandera.

Penculikan yang dilakukan kelompok militan Islam Boko Haram, sekitar dua pekan lalu, dikecam secara meluas oleh dunia internasional.

Kedatangan para pemimpin dunia ke forum tersebut dilihat Presiden Goodluck sebagai 'pukulan besar bagi teroris'.

"Jika Anda menolak datang karena ketakutan, maka teroris akan bergembira," tambahnya.

Amerika Serikat sudah mengirim satu tim pakar untuk membantu mencari para siswi yang diculik tersebut.

Sementara Prancis, Kamis 8 Mei, mengumumkan akan mengerahkan 3.000 pasukan di negara-negara tetangga Nigeria, untuk membantu menghadapi militan Islam di kawasan tersebut.

Militan Boko Haram memulai pemberontakannya di wilayah timur laut Nigeria sejak tahun 2009 dan sepanjang tahun ini saja aksi kekerasan kelompok itu sudah menewaskan sedikitnya 1.200 orang.

Mereka juga sudah mengaku bertanggung jawab atas penculikan 200 lebih siswi perempuan dari asrama sekolah di kota Chibok, negara bagian Borno.