Polisi Ukraina bebaskan tahanan pro-Rusia

  • 5 Mei 2014
Ukraina
Para pemrotes pro-Rusia mendobrak gerbang dan menghancurkan jendela.

Lebih dari 60 orang yang ditahan menyusul kekerasan yang terjadi pada Jumat, di Odessa Ukraina dibebaskan oleh polisi, setelah pemrotes menyerang kantor polisi.

Ratusan pemrotes pro-Rusia mengepung markas polisi, menghancurkan jendela dan pintu bangunan tersebut.

Pada Minggu (04/05) ratusan aktivis pro-Rusia berdemonstrasi di kantor polisi meminta rekan mereka dibebaskan.

Demonstrasi yang semula berlangsung damai berubah rusuh setelah sejumlah pemrotes yang sebagian menggunakan masker dan senjata- menghancurkan jendela dan mendorong gerbang.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan pembicaraan melalui telepon pada Minggu.

Ukraina
Polisi Ukraina membebaskan para tahanan untuk meredam massa

Kremlin mengatakan mereka sepakat akan pentingnya dialog lanjutan dan Presiden Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), Didier Burkhalter, akan mengunjungi Moskow untuk menggelar pertemuan pada Rabu.

Dalam bentrokan yang terjadi Jumat (02/05) lalu, lebih dari 40 orang tewas, sebagian besar separatis pro-Rusia tewas di dalam gedung yang terbakar.

PM sementara Ukraina Arseniy Yatsenyuk memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan mengatakan kekerasan merupakan "bagian dari rencana Rusia untuk menghancurkan Ukraina".

"Rusia bertujuan untuk mengulangi yang terjadi di bagian timur negara ini, di Odessa," kata dia.

Pasukan Ukraina melakukan operasi di bagian timur wilayahnya untuk mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dari separatis pro-Rusia.

Krisis Ukraina semakin memanas setelah Presiden pro-Moskow Viktor Yanukovych digulingkan oleh pemrotes pro-Barat pada Februari lalu.