Pertemuan Canberra bahas pencarian MH370

  • 5 Mei 2014
Canberra
Pejabat Malaysia, Cina dan Australia membahas fase baru upaya pencarian MH370

Para pejabat dari Australia, Malaysia dan Cina bertemu untuk memetakan area pencarian lanjutan pesawat Malaysia Airlines yang hilang.

Kementerian transportasi Malaysia dan Cina bergabung dengan wakil pemimpin Australia dan Angus Houston, pejabat pencarian pesawat, dalam sebuat pertemuan di Canberra.

Di Canberra, Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss mengatakan peralatan baru dibutuhkan dalam pencarian tersebut.

"Sangat mungkin beberapa diantaranya dimiliki oleh angkatan laut atau pemerintah di seluruh dunia, tetapi tampaknya peralatan yang utama akan disediakan oleh sektor swasta," kata dia.

Dia mengatakan rencana untuk membuat penawaran bagi operator tunggal untuk memimpin upaya pencarian, akan segera dilakukan.

Dia optimistis tahapan ini akan selesai dalam "jangka waktu satu sampai dua bulan", dan robot penyelam Bluefin-21 akan kembali bekerja.

Truss mengatakan pemetaan secara rinci di dasar samudera akan menjadi kunci utama dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines.

Kotak hitam

Sejauh ini, operasi pencarian yang dilakukan secara intensif belum menemukan tanda-tanda adanya pesawat MH370.

Bluefin-21
Robot penyelam Bluefin-21 akan kembali bekerja mencari MH370

Langkah selanjutnya adalah menetapkan wilayah pencarian yang lebih luas di lautan.

Pesawat hilang sejak 8 Maret lalu dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan mengangkut 239 orang.

Kontak terakhir dengan menara pengawas udara ketika pesawat berada di atas wilayah Laut Cina Selatan. Para pejabat menyakini, berdasarkan data satelit, perjalanan pesawat berakhir di lautan di bagian barat kota Perth Australia.

Penyebab pesawat keluar dari rute penerbangan sampai saat ini belum juga diketahui. Pencarian kotak hitam, merupakan cara untuk memahami apa yang terjadi pada pesawat tersebut.

Pekan lalu, Australia mengumumkan bahwa operasi memasuki fase baru, setelah upaya pencarian di bawah laut tidak membuahkan hasil.

Australia menyebutkan tahapan baru pencarian pesawat Malaysia Airlines akan membutuhkan waktu satu tahun.