Cina hukum 'mata-mata' karena bocorkan rahasia

  • 5 Mei 2014
Militer Cina mengikuti kongres
Militer Cina mengaku menghadapi tugas berat menjaga kerahasiaan di era internet.

Media pemerintah Cina mengatakan pihak berwenang menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun kepada seorang individu yang didakwa membocorkan dokumen militer rahasia kepada seorang agen asing.

Surat kabat China Daily tidak mengidentifikasi nama negara yang terlibat.

Individu yang hanya disebutkan nama keduanya, Li, dikatakan didekati oleh seorang agen intelijen asing yang menggunakan nama samaran Flying Brother melalui media sosial.

Li, lapor China Daily, membocorkan 13 dokumen sangat rahasia dan sejumlah foto serta informasi lain mengenai pangkalan-pangkalan militer di Provinsi Guangdong, Cina bagian selatan.

Menurut surat kabar pemerintah, tindakan tersebut berisiko membahayakan keamanan militer Cina.

Sebelumnya militer Cina memperingatkan bahwa militer menghadapi tugas "berat dan kompleks" dalam menjaga kerahasiaan di tengah meluasnya komunikasi lewat internet.

Maret lalu, Cina menuntut penjelasan Amerika Serikat menyusul laporan bahwa negara itu menyusupi server perusahaan raksasa telekomunikasi Cina, Huawei.

Tuntutan itu terjadi setelah dugaan bahwa Huawei disusupi dilaporkan oleh sebuah harian Amerika Serikat dengan mengutip sejumlah dokumen yang diduga dari Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dan dirilis oleh mantan kontraktor, Edward Snowden.