Kereta bawah tanah Korea Selatan bertabrakan

  • 2 Mei 2014
Kecelakaan di Korea Selatan
Kereta bawah tanah berada di Stasiun Sangwangshimni ketika ditabrak dari belakang.

Dua kereta bawah tanah di ibukota Korea Selatan, Seoul, bertabrakan yang menyebabkan sedikitnya 170 orang luka-luka.

Sebagian dari penumpang yang mengalami luka-luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, tetapi tak seorang pun mengalami luka serius, kata pejabat Korea Selatan.

Kecelakaan terjadi ketika salah satu kereta menabrak bagian belakang kereta lain di Stasiun Sangwangshimni di Seoul bagian timur.

Kereta pertama berhenti di stasiun karena mengalami masalah mekanis tetapi justru ditabrak dari belakang.

Kantor berita Yonhap melaporkan tabrakan terjadi pada pukul 15:30 waktu setempat, Jumat, 2 Mei.

Para penumpang nekat melompat ke luar dari kereta dan berjalan di atas rel untuk menyelamatkan diri meskipun diminta untuk tetap duduk di dalam kereta.

Kecelakaan kereta bawah tanah terjadi ketika Korea Selatan masih berduka atas kematian 300 orang dalam bencana feri bulan lalu.

Feri Sewol yang mengangkut 475 orang tenggelam di lepas pantai Korea Selatan pada 16 April. Sebagian besar penumpang adalah anak-anak sekolah menengah atas dan guru mereka.

Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Hong-won, telah mengumumkan pengunduran dirinya di tengah kritik atas penanganan pemerintah dalam insiden feri tenggelam Sewol.