Dimulai upaya ekstradisi ulama Turki dari Amerika Serikat

  • 29 April 2014
PM Turki, Recep Tayyip Erdogan
Erdogan menuduh Gulen menggunakan pengikut untuk menjatuhkannya.

Turki sudah memulai upaya mengekstradisi seorang ulama yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, seperti dijelaskan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Gulen -yang sebelumnya merupakan teman dekat perdana menteri- dituduh oleh Erdogan menggunakan para pendukung ingin menggulingkannya.

Ulama yang berusia 74 tahun itu sudah membantah melancarkan kampanye menentang Erdogan.

Pemerintah Turki menghadapi sejumlah skandal korupsi dan para pegiat hak asasi menuduhnya sebagai pemerintahan otoriter.

Erdogan mengungkapkan upaya itu setelah pertemuan dengan para anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan pimpinannya, Selasa 29 April.

Beberapa jam sebelumnya, dalam wawancara dengan Stasiun TV Amerika Serikat, PBS, dia mengungkapkan harapan agar Washington memulangkan Gulen ke Turki.

"Setidaknya mereka sebaiknya mendeportasi dia," kata Erdogan.

Gulen pindah ke Amerika Serikat sejak tahun 1997 dan tinggal di negara bagian Pennsylvania.

Fethullah Gulen
Ajaran Gulen menjadi inspirasi Gerakan Hizmet yang disebut memiliki jutaan pengikut.

Dia memiliki banyak pendukung di kalangan kepolisian dan kehakiman di Turki dan mengecam upaya pemerintah untuk menghentikan penyelidian korupsi atas beberapa teman dekat perdana menteri.

Ajarannya menjadi inspirasi Gerakan Hizmet, yang merupakan aliran Islam yang toleran, dan diyakini memiliki jutaan pengikut di sekitar 150 negara.

Erdogan menuduh gerakan itu berada di belakangan serangkaian penyadapan dan bocornya informasi di media sosial tentang dugaan korupsi di kalangan pemerintah Turki, antara lain rekaman telepon antara Perdana Menteri Erdogan dan putranya, yang membicarakan cara menyembunyikan dana dalam jumlah besar.