BBC navigation

Ratusan anggota Ikhwanul Muslimin disarankan dihukum mati

Terbaru  28 April 2014 - 16:22 WIB
Keluarga anggota Ikhwanul Muslimin

Keluarga anggota Ikhwanul Muslimin mendengarkan saran hakim di luar gedung pengadilan.

Seorang hakim di Mesir menyarankan hukuman mati bagi 683 anggota Ikhwanul Muslimin yang dilarang, termasuk pemimpinnya, Mohammed Badie.

Para anggota Ikhwanul Muslimin itu dinyatakan bersalah dalam bentrokan dan pembunuhan perwira polisi di Minya tahun lalu.

Kasus itu kini dirujuk ke Ulama Besar, yang merupakan otorita agama tertinggi di Klik Mesir, untuk mengkajinya dan menetapkan keputusan pada akhir Juni.

Pengadilan Senin 28 April juga meringankan hukuman atas 400 lebih anggota Ikhwanul Muslimin -kecuali 37 orang di antaranya- Klik yang sudah dinyatakan bersalah dalam kasusKlik yang sama bulan lalu.

Mereka kini diganjar dengan hukuman seumur hidup.

Di luar gedung pengadilan di ibukota Kairo, para keluarga terdakwa menyesalkan rekomendasi dari hakim tersebut dan dilaporkan ada keluarga yang jatuh pingsan.

Unjuk rasa yang diwarnai kekerasan marak setelahKlik PresidenKlik Mohammed Morsi digulingkan Juli tahun lalu dan pemerintahan sementara Mesir -yang didukung militer- melarang Ikhwanul Muslimin dengan menuduhnya sebagai organisasi teroris.

Tuduhan itu selalu dibantah keras oleh Ikhwanul Muslimin.

Sekitar 16.000 orang ditangkap sejak Presiden Morsi turun, termasuk para pemimpin Ikhwanul Muslimin.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.