Pemimpin Iran bersilang pendapat tentang hak perempuan

  • 21 April 2014
Hassan Rouhani
Hassan Rouhani mengakui perempuan masih mengalami diskriminasi.

Dua pejabat paling tinggi Iran, Presiden Hassan Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, berbeda pendapat dalam masalah persamaan gender.

Dalam pidato Hari Perempuan di Iran, Minggu 20 April, Presiden Hassan Rouhani menyerukan agar perempuan dan laki-laki diberi hak sama.

"Saya, sebagai kepala pemerintahan, mengakui terdapat begitu banyak kekurangan terkait dengan pembelaan hak-hak perempuan," kata Presidem Rouhani dalam acara yang dihadiri oleh kalangan elit perempuan Iran.

"Berdasarkan kriteria Islam, kami tidak memandang laki-laki sebagai jenis kelamin pertama atau perempuan sebagai jenis kelamin kedua... mereka sama-sama mempunyai martabat manusia dan tak satu pun dari mereka yang lebih tinggi dibanding lainnya," tambah presiden seperti dikutip kantor berita AFP.

Pernyataan Rouhani ini tampaknya menempatkannya di posisi yang berseberangan dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pada Sabtu (19/04) kemarin Ayatollah Ali Khamenei mengatakan persamaan gender merupakan konsep Barat yang harus dijauhi.

Ia juga mengatakan bahwa kaum perempuan harus memusatkan perhatian pada kewajiban-kewajiban mereka dalam mengurus keluarga.

Berita terkait