AS dan UE siapkan sanksi untuk Rusia

  • 15 April 2014
Kelompok militan pro Rusia membakar sebuah gedung di timur Ukraina.

Uni Eropa dan AS akan memberi sanksi baru kepada Rusia terkait aksinya di Ukraina yang menyebabkan kerusuhan di bagian timur negara itu.

Sanksi itu mengemuka setelah para menteri luar negeri negara-negara anggota Uni Eropa bertemu di Luksemburg.

Mereka sepakat memperluas "daftar sanksi terbaru untuk Rusia seperti pembekuan aset dan pencabutan visa."

Saat ini ketegangan terus meningkat di Ukraina setelah kelompok militan bersenjata pro-Rusia menempati beberapa gedung pemerintah di kota-kota bagian timur.

Pada Senin (14/04), demikian klaim AS, pesawat jet tempur Rusia terbang rendah di dekat kapal perang AS di Laut Hitam.

Presiden AS Barack Obama telah melakukan kontak telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin malam.

Kelompok pro Rusia menyerang kantor kepolisian di wilayah timur Ukraina.

Putin mengatakan kepada Obama bahwa tuduhan campur tangan Rusia di Ukraina merupakan "informasi yang tidak berdasar dan patut dipertanyakan."

Berbahasa Rusia

Menurut Kremlin, kerusuhan di timur Ukraina merupakan akibat "keengganan dan ketidakmampuan pemimpin di Kiev untuk memperhitungkan kepentingan penduduk berbahasa Rusia di wilayah itu."

Di sisi lain, Obama mengatakan kepada Putin bahwa dia "sangat prihatin" terhadap dukungan Rusia kepada kelompok militan bersenjata.

Warga Ukraina berdoa di depan aksi kelompok miliran pro Rusia di timur negara itu.

Lebih lanjut, Obama mendesak Putin untuk menggunakan pengaruhnya terhadap kelompok-kelompok pro-Moskow agar mereka meninggalkan gedung-gedung yang diduduki.