Mesir selidiki pembubaran pengunjuk rasa

  • 20 Maret 2014
Adly Mansour
Penyelidikan yang diperintahkan Adly Mansour didesak oleh Dewan Nasional HAM Mesir.

Presiden sementara Mesir, Adly Mansour, memerintahkan penyelidikan atas pembubaran pengunjuk rasa Agustus tahun lalu yang menewaskan ratusan orang.

Bentrokan terjadi saat polisi berusaha meratakan kamp yang dibangun oleh para pendukung Presiden Mohamed Morsi, yang digulingkan militer sekitar enam minggu sebelumnya.

Para pendukung Morsi mendirikan kamp di Lapangan Rab'aa al_Adaweta di ibukota Kairo untuk menentang kudeta terseut.

Dewan Nasional HAM Mesir mendesak digelarnya penyelidikan independen terhadap pertumpahan darah tersebut, yang dinilai terburuk sepanjang sejarah Mesir modern.

Menurut Amnesty International, bentrokan berkepanjangan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan pada masa itu menelan korban setidaknya 1.400 jiwa.

Selasa (18/03) pengadilan di Kairo menyatakan empat polisi Mesir bersalah terkait dengan kematian 37 tahanan terkait unjuk rasa Agustus lalu.

Seorang perwira diganjar 10 tahun penjara sedang tiga lagi hukuman percobaan satu tahun.

Para tahanan wafat karena kesulitan bernafas setelah gas air mata ditembakkan ke bagian belakang mobil yang membawa 45 tahanan ke sebuah penjara di luar Kairo.

Berita terkait